nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seks Bebas Kontribusi Terbesar HIV/AIDS

Annas Nasrullah, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2009 03:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2009 12 02 340 280900 kxGMKTomq7.jpg Puluhan aktivis Himpunan Mahasiwa Islam Indonesia (HMI) Subang menggelar aksi di depan Gedung DPRD, Subang. (Foto: Annas Narullah/Koran SI)

SUBANG - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Subang hingga triwulan ketiga tahun berjalan mencapai 284 kasus. Dari jumlah tersebut, sebesar 73 persen disebabkan prilaku seks bebas di kalangan remaja.

Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Suwata, memaparkan dalam kurun 10 tahun terakhir ini jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Subang sebanyak 284 kasus.

Dari jumlah tersebut 73 persen diantaranya disebabkan prilaku seks masyarakat, sementara sisanya berasal dari pengunaan jarum suntik sebesar 20 persen, dan sisanya melalui air susu ibu yang positif HIV/AIDS sebesar 2 persen.

"Sementara secara usia, usia produktif atau antara 15-30 tahun potensi penularan 80 persen," jelasnya.

Sementara itu dalam rangka Hari HIV/AIDS se-Dunia, puluhan aktivis Himpunan Mahasiwa Islam Indonesia (HMI) Subang menggelar aksi di depan Gedung DPRD, Jalan Dewi Sartika, Subang, Selasa (1/12/2009).

Dalam aksinya mereka membagi-bagikan kertas berisi ajakan bersahabat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Mereka beralasan, penularan penderita virus mematikan itu terjadi bukan karena berinteraksi sosial dengan ODHA.

"Kita seringkali menghakimi ODHA dan mengucilkannya. Padahal penularan HIV/AIDS itu bukan karena kita berteman dan bersentuhan kulit dengan mereka. Ingat, mereka bukan Alien yang harus kita kucilkan," jelas Ketua Bidang Peberdayaan Perempuan HMI Subang, Danish Aryani.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Subang Sugiyanto menegaskan, masalah HIV/AIDS yang harus ditangani secara serius. Teknisnya, upaya pencegahan itu tidak hanya dibebankan kepada Pemerintah tapi melibatkan semua elememn masyarakat.

"Jangan hanya kita melindungi ODHA saja, tapi bagaimana kita berupaya mencegah seseorang bisa terkena HIV/AIDS, seperti tidak memberi peluang terjadinya seks bebas. Di satu sisi masyarakat harus mampu menciptakan kultur budaya masyarakat sehat, secara lahiriah dan batiniah," jelasnya.

Politisi PKS ini memaparkan, angka 280 orang jumah yang menderita HIV/AIDS itu merupakan angka yang memprihatinkan. Dengan begitu, dia bersama anggota Komisi D lainnya sedang menggodok rancangan peraturan daerah (Raperda) anti-maksiat di Kabupaten Subang.

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini