Ada Aroma Tak Sedap di Balik Angket Century

Jum'at 04 Desember 2009 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 04 230 281783

Inisiator usulan hak angket dalam penanganan kasus Bank Century yang tergabung dalam tim 9 melakukan road show dan melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh serta ketua umum partai politik, seperti Amien Rais, Din Syamsuddin, Safii Maarif, KH. Hilmi Aminudin, Aburizal Bakrie, Wiranto dll. Beberapa tokoh sepuh tersebut  dianggap sebagai sesepuh dan memiliki pemandangan jernih dalam menyikapi satu masalah besar yang berskala nasional seperti yang saat ini sedang ramai saat ini yakni kasus Bank Century.

 

Road show yang dilakukan oleh beberapa inisiator membentuk dua opini sekaligus dimasyarakat. Pertama rakyat menilai bahwa DPR benar-benar dalam memperjuangkan suara rakyat, DPR juga dinilai lebih sensitive terhadap setiap perkembangan masalah social politik serta masalah lainnya. Kedua, DPR sepertinya hanya mencari sensasi, dalam kasus Bank Century, karena kasus tersebut seperti hanya dijadikan sebagai komoditi politik. DPR juga tidak pernah serius dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, terbukti penggunaan hak angket yang pernah dilakukan tenggelam dan mandul tanpa membuahkan hasil apapun, karena gembos ditengah jalan. Masalah lain adalah DPR sepertinya memiliki agenda tersembunyi dalam mengusung hak angket. Road yang dilakukan oleh inisiotar angket Century sudah seperti meminta dukungan politik terhadap para tokoh dalam musim kampanye, padahal hak angket adalah hak yang melekat pada setiap anggota DPR dan tidak ada kaitannya dengan para tokoh tersebut, inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi kita semua.

Penelusuran dana talangan Bank Century iramanya dibuat sama dengan musim kampanye. Mereka meminta dukungan sana-sini layaknya seseorang akan mencalonkan diri sebagai gubernur, bupati atau walikota bahkan seperti layaknya calon presiden. Inilah dagelan yang ditampilkan oleh para legislator.

Dalam kasus ini bekas anggota tim delapan kasus Chandra Hamzah dan Bibit Samat Rianto, Anies Baswedan memiliki pandangan bahwa pemilu telah selesai tetapi kondisinya masih seperti pemilu, dan kasusnya hanya menjadi hiburan politik yang kurang bermanfaat. Lebih lanjut ia menekan bahwa penyelesaian kasus Century harus berdasarkan fakta-fakta yang ada. 

Semestinya hal ini yang perlu diperhatikan oleh para legislator sehingga tujuan penggunaan hak angket tidak melenceng menjadi tujuan politik sesaat yang bertolak dari agenda politik di masing-masing partai pengusung hak angket. Semoga harapan ini tidak berlebihan, kontrol DPR terhadap pemerintah tidak dipandang sebagai penghambat dalam program-program pembangunan lima tahun kedepan, demikian juga pemerintah, hendaknya mampu menerima control sekritis apapun terkait kebijakan yang telah dikeluarkan.

 

N. Ikrar Bakti

Jl Swadaya, Cimanggis, Depok, Jabar

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini