Mari Beri Pansus Century Kesempatan

Senin 07 Desember 2009 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 07 230 282373

Akhirnya Komposisi anggota dan ketua Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century terbentuk juga. Melalui voting di DPR Jumat (4/12/2009) yang alot akhirnya tetap ditanggapi dengan sikap pesimistis oleh sejumlah kalangan, termasuk oleh kalangan anggota DPR sendiri. Sikap pesimistis benar-benar aneh dan tidak relevan karena semua fraksi di DPR sudah sepakat untuk menuntaskan kasus ini secara terbuka dan transparan.

Pansus akan menentukan tokoh dan pihak yang akan dipanggil untuk memperjelas kasus Bank Century pada 14 Desember nanti. Siapa-siapa yang akan diundang masih belum dibahas karena Jumat lalu baru selesai membentuk pimpinan. Masing-masing partai belum mengajukan nama-nama khusus.

Saya tidak sependapat dengan aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), Fadjroel Rachman, yang menilai terpilihnya Idrus Marham sebagai kematian atau puncak kegagalan dari hak angket kasus Bank Century. Pernyataan Fadjroel yang menyatakan terpilihnya Idrus merupakan hasil dari usaha koalisi Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membentuk kanal untuk mematikan angket adalah tendensius dan inusiatif.

Walaupun demikian kita bisa memahami kekecewaan aktifis Kompak lainnya seperti Effendi Ghazali yang mengaku kecewa terhadap anggota Tim 9. Dimana kita tahu sebelumnya, beberapa inisiator Tim 9 mengaku berani, bahkan siap untuk walk-out. Para inisiator itu gencar dan bersemangat berkeliling mencari dukungan politik. Tapi apa akhirnya? Mereka sekarang sama artinya membohongi rakyat. Saat masuk mekanisme politik, mereka tidak mampu mempertahankan diri untuk tetap masuk dalam pansus.

Yang terpenting saat ini ialah menghormati langkah DPR melalui Pansus Angket untuk menjalankan fungsinya guna mengetahui sejauh mana dugaan adanya penyelewengan dalam kasus Bank Century. Mari kita berikan dahulu Pansus Century kesempatan. Jangan terlalu apriori, walaupun Pansus adalah kendaraan politik. Sebenarnya kita kita dapat lebih bersabar dengan menunggu proses pengusutan hukum KPK yang sudah mulai berjalan.

Joni Santoso

Jl. Way Abung 77, Bandar Lampung

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini