Untuk Membunuh Tikus Tidak Harus Membakar Lumbung

Senin 07 Desember 2009 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 07 230 282436

Rencana aksi dalam rangka merayakan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember menuai pro-kontra. Di pihak yang pro menilai perayaan Hari Antikorupsi dengan mengerahkan massa besar akan mendorong pemberantasan korupsi lebih kuat lagi. Namun di pihak yang kontra menilai pengerahan massa yang besar dalam suatu aksi jalanan berpotensi menimbulkan kerusuhan sosial. Dengan demikian, akan menambah masalah baru karena massa yang besar akan sulit untuk dikendalikan. Apalagi beredar kabar bahwa perayaan itu dimaksudkan untuk menjatuhkan pemerintahan dengan "people power".

Terlepas dari betul tidaknya kabar yang beredar tersebut, kita tentu sepakat bahwa korupsi harus diberantas. Masalah korupsi telah mengkibatkan rakyat sengsara dan bangsa Indonesia terpuruk. Namun alangkah baiknya kalau kita bersama-sama memberantas korupsi dengan cara-cara yang lebih elegan dan menghormati hukum. Bukan dengan cara yang justru menimbulkan masalah baru bagi bangsa ini. Sebab masalah baru hanya akan memambah kesengsaraan rakyat kecil, bukan menyengsarakan para koruptor. Karena itu, perjuangan pemberantasan korupsi sebaiknya tidak dengan mengorbankan rakyat kecil.

Ada pepatah "untuk membunuh tikus tidak harus membakar lumbung". Itulah seharusnya yang kita jadikan acuan dalam memberantas korupsi agar kita bisa tetap hidup dalam persaudaraan dan ketenangan. Kita berantas korupsi tanpa diliputi rasa saling benci dan saling curiga satu sama lain, serta tidak ada saling fitnah dan saling tuding di antara sesama anak bangsa.

Marilah kita bangun bangsa ini dengan kebersamaan karena pepatah juga mengatakan "bersatu kita teguh bercerai kita runtuh". Pihak asing yang ingin Indonesia hancur akan terus berupaya mendorong terjadinya kegaduhan dan huru-hara di negeri ini. Dan mereka pastinya akan tertawa jika situasi yang mereka inginkan terjadi di negeri ini. Karenanya, alangkah indahnya jika alam demokrasi di negeri ini dinikmati dengan tenang tanpa harus menimbulkan kegaduhan dan huru-hara.

R. Satya Nugraha

Pojok Salak RT.08/01, Bogor-Jawa Barat

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini