Tindak Tegas Pengibar Bendera OPM

Rabu 09 Desember 2009 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 09 230 283360

Bendera bintang kejora, simbol kelompok separatis Papua menurut berita pers, tetap berkibar di tiga lokasi di sekitar Kodya Jayapura, Papua, yakni di kawasan perumahan nasional (perumnas) Padang bulan, belakang pasar Yotefa, dan sekitar kantor organisasi pengusaha angkutan darat (organda), Wamena. Pengibaran bendera bintang kejora itu dilakukan pada peringatan 1 Desember, yang oleh sebagian masyarakat Papua diperingati sebagai hari jadi Papua Merdeka. Meski situasi kota Jayapura dan Papua umumnya hingga kini masih kondusif, namun peristiwa itu tidak bisa dianggap remeh, apalagi dibiarkan berlalu begitu saja karena dianggap rutinitas yang berlaku pada setiap tahun tanggal 1 Desember.

Pengibaran bendera OPM ini bisa saja kita rangkaikan dengan beberapa kali aksi penembakan di kawasan pertambangan PT. Freeport Indonesia (PT. FI) di Timika-Tembagapura, Papua. Sepertinya tujuan OPM hanya untuk menunjukkan eksistensinya untuk mendapatkan dukungan dunia, terhadap keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan RI, dengan mengangkat isu genocida, HAM, dan sebagainya. Aksi penembakan dilakukan terhadap karyawan perusahaan asing, khususnya Amerika (PT. FI) untuk menarik perhatian, bahkan campur tangan negara yang dijuluki sebagai "polisi dunia" itu. Sekarang dengan pengibaran bendera. Lalu apa lagi yang akan terjadi pasca 1 Desember 2009? Apakah hal-hal seperti ini akan terus berulang pada 2010 mendatang, dan seterusnya hingga PBB berikut negara dunia "masuk" mencampuri "urusan dapur' kita?

Pengibaran bendera separatis bintang kejora dan berbagai kegiatan sejenisnya harus direspon dengan cepat, dengan tindakan yang tegas dan terukur. Semua tindakan harus tetap merefleksikan pendekatan rule of law, bukan tindakan represif. Pendekatan dibutuhkan untuk menjaga kondisi keamanan nasional supaya tetap aman, tertib, dan stabil untuk mendukung pembangunan ekonomi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Drs. Ryan Trikora

Jl. Kutilang Raya 119, Depok

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini