Berikan Penilaian Secara Objektif

Sabtu 12 Desember 2009 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 12 230 284416

Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II baru memasuki 50 hari pertamanya. Ada yang memberikan rapor merah pada kinerja pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wapres Boediono. Penilaian negatif  cenderung diberikan oleh para  pengamat atau kelompok yang berseberangan dengan  kepemimpinan  SBY-Boediono.

Simak saja  komentar  Ketua Badan Pengurus Setara, Hendardi yang menilai  Mendekati 100 hari kerja

pemerintah, Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum memiliki satupun terobosan yang progresif di bidang HAM. Hendardi mengingatkan terdapat tujuh prioritas agenda penegakan HAM bagi kepemimpinan SBY. Yaitu penegasan jaminan kebebasan berekspresi, penghapusan hukuman mati, memberikan jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan, memutus pelembagaan impunitas dan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, membentuk KKR dan pencabutan qanun jinayat bagi Aceh.

Tokoh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menekankan terhadap tujuh prioriotas  agenda penegakkan  HAM.

 Sayangnya prioritas yang diberikan sangat subyektif  yaitu hanya  untuk kepentingan  kelompoknya saja yang

akhirnya merugikan kelompok masyarakat lainnya, karena  tidak setuju dengan konsep tersebut.

Jika tujuh prioritas penegakkan HAM yang diusulkan tokoh LSM ini  dilaksanakan pasangan SBY-Boediono akan

mendapatkan tentangan dari kelompok masyarakat lain. Salah  satu contoh  yaitu memberikan jaminan kebebasan dan berkeyakinan. Jika kebebasan dan berkeyakinan dengan  melakukan penistaan terhadap agama yang telah diakui atau  diyakini masyarakat banyak. Usulan ini Tentunya  sangat kontradiktif, karena akan menimbulkan kemarahan dan hujatan kepada penguasa.

Kita berharap semua pihak untuk obyek dalam memberikan penilaiaan terhadap kinerja pasangan SBY-Beodiono. Katakan baik bila memang ada sisi positif dari kinerjanya. Jangan hanya melihat dari sudut pandang negatif saja, karena merasa bersebarangan atau beroposisi. Berani  berkata secara jujur apa yang telah dicapai dan yang belum tercapai. Tidak memberikan prioritas yang dapat menimbulkan kerugikan dan kemarahan kelompok masyarakat lainnya.

Yudi Prasetyo

Jl. Ciliwung, Margonda, Depok, Jawa Barat

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini