Negeri Ini Butuh Orang Jujur, Bukan Badut Politik

Minggu 13 Desember 2009 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 13 230 284452

Siapa sebenarnya dalang dari kisruhnya persoalan yang melilit pada Bank Century. pertanyaan inilah yang sangat menyedot energy kita selama beberapa pekan terakhir ini. Rakyat setiap saat dipaksakan membaca dan mendengar serta menonton kisruh-kisruh para politikus serta para legislator dengan apa yang namanya ia miliki Hak Angket dalam penanganan kasus Bank Century, baik dalam bentuk media massa cetak, elektronik atau dalam sajian berita di cyber media.

Sajian berita  yang terkait dengan kasus Bank Century jelas sangat menguras tenaga, pikiran, bagi kita semua, lebih-lebih bagi para tokoh yang berkaitan langsung dengan kasus-kasus tersebut. Kini penanganan kasus tersebut sudah mengarahkan busur pada mantan Gubernur BI yang juga Wakil Presiden Boediono serta Mentri Keuangan Sri Mulyani. Dibandingkan dengan para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Boediono dan Sri Mulyani jelas tidak sebanding, namun beliau-beliau berdua mampu memberikan solusi kepada negeri ini, sehingga Indonesia bisa keluar dari lubang jarum krisis financial global, dunia internasional juga mengakui bahwa dua teknokrat Indonesia, memiliki kemampuan diatas rata dalam menata perekonomian.

Memang benar apa pepatah, tidak semua perbuatan baik akan membuahkan hasil yang baik pula. Mungkin analogi tersebut pas bila dialamatkan kepada Bapak Boediono dan ibu Sri Mulyani saat ini. Keseriusan serta kejujuran dalam menata ekonomi Indonesia yang telah mampu keluar dari krisis membuah hasil yang bertolak belakang dengan tenaga dan pikiran mereka berikan kepada negeri Indonesia. Tetapi memang begitulah kacamata politik, yang hitam bisa menjadi putih, yang putih bisa menjadi abu-abu, karena begitu banyak badut-badut politik yang tidak memiliki kemampuan memimpin negeri ini, tetapi terus berakrobat. Kini keduanya terus disudutkan bahkan ada yang cenderung terus menuduh sebagai actor dibalik kisruh Century, yang menjadi pertanyaan adalah apakah benar memang demikian?

Pertanyaan tersebut bukan tidak memiliki alasan. Masih ingat bagaimana wajah DPR para periode-periode yang lalu, begitu banyaknya anggota DPR yang tersangkut dengan kasus korupsi, dan tindakan asusila lainya. Para legislator yang semestinya menjadi filter dalam mereview uang Negara, justru menjadi benalu dengan mengkorupsi uang rakyat. Itulah maling, yang teriak maling, lalu apakah kita sebagai rakyat percaya sepenuhnya terhadap kerja DPR saat ini, jawabnya jelas tidak. Rakyat harus benar-benar memelototi setiap saat kemana DPR bergerak, sehingga DPR tidak menjadi wakil partai dan golongannya tetapi DPR benar-benar menjadi wakil rakyat yang memberikan suara kepadanya.  

Nining Suprapto

Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini