nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Separatisme Sumber Kesengsaran Rakyat

Senin 14 Desember 2009 14:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2009 12 14 230 284874

Beberapa daerah di Indonesia seperti Papua, Ambon dan Aceh selama ini kita kenal adanya kelompok tertentu yang beberapa diantaranya menghendaki untuk keluar dari NKRI. Para penggiat dan pengusung kemerdekaan selalu akan menawarkan revolusi dan kesejahteraan jika kelak akan merdeka. Padahal sesungguhnya apa yang dia impikan justru akan membawa kesengsaraan. Salah satu faktanya kita lihat saudara kita yang ada di Timor Leste saat ini. Mereka telah menderita yang sangat luar biasa. Bayangkan saat masih berada dalam NKRI beberapa tahun yang lalu, untuk menempuh dari desa ke kota sangat mudah karena ada fasilitas angkutan umum. Sebagian masyarakat telah mempunyai kendaraan dan bahan bakar mudah didapat.

Sekarang semenjak berpisah dengan Indonesia, untuk pergi belanja ke kota saja harus dengan menggunakan kuda.

Mengapa demikian? Karena di Timor Leste saat ini untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat susah.

Walaupun ada harganya selangit dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp40.000 per liter, itupun harus dengan mata uang dolar Amerika. Salah satu contoh mie instan yang merupakan makanan favorit disana (Timor Leste) satu bungkus mencapai Rp 30.000, harga rokok sebungkus mencapai Rp50.000. Itupun diperoleh secara ilegal yang diselundupkan melalui perbatasan Timor Leste-NTT.

Ketergantungan negara yang merdeka hasil referendum pada bantuan luar negri dan impor yang besar menyebabkan Timor Leste menjadi 'komoditas' bagi aksi penyelundupan baik BBM, sembako, dan lain sebagainya. Belum lagi di tubuh pemerintahan Timor Leste yang hingga kini belum juga menunjukkan ada kemajuan. Bahkan sebuah berita mengejutkan bahwa dalam waktu dekat ini sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Timor Leste akan diberhentikan karena terjadinya krisis keuangan yang dialami oleh pemerintahan Ramos Horta. Mereka tidak dapat lagi menggaji PNS akibat kesulitan dan kemiskinan ditempuh dengan memberhentikan sejumlah PNS. Sehingga pemerintah Timor Leste kini mencoba meningkatkan hubungan bilateral dengan pemerintah Indonesia.

Jika kita cermati kejadian di atas, sebuah fakta telah menunjukkan keprihatinan yang mendalam untuk dapat dipetik hikmahnya. Gencarnya Separatisme di Papua yang terus menerus melakukan kampanye untuk merdeka dengan cara kekerasan adalah hal yang sangat berbahaya. Karena separatisme hanya memikirkan kelompoknya saja, sedangkan untuk mencapai kemerdekaan itu tidak semudah membalik telapak tangan.

Oleh karenanya mari kita ambil sedikit pelajaran dari kasus Timor Leste yang setelah merdeka malah jatuh miskin. Rata-rata politisinya seperti Xanana Gusmao, Ramos Horta, Alkatiri, Uskup Belo dan sejumlah tokoh penting lainnya kini hidupnya tidak lebih baik. Tuntutan merdeka oleh Separatis Papua sangat berbahaya dan sudah pasti hanya akan membawa derita berkepanjangan bagi rakyat Papua. Masih akan lebih baik bila rakyat Papua tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Meskipun terdapat sejumlah kelemahan pengelolaannya namun secara pasti bila tetap dalam bingkai NKRI akan jauh lebih baik, kelemahan itu akan diperbaiki untuk menjadi kesempurnaan daripada "mendirikan negara dalam negara".

Ronald Surbakti

Jl. Tebet Barat I/19, Jak-Sel

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini