5 Ribu Penderita Chikungunya Di Banyumas Tak Tertangani

Saladin Ayyubi, Global · Jum'at 25 Desember 2009 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 25 340 288181 AGX8HoouR8.jpg Salah seorang penderita chikungunya.(foto: Saladin)

 BANYUMAS - Satini (24), warga Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sekujur tubuhnya masih terlihat membengkak dan kemerah-merahan dengan kondisi yang memprihatinkan.

 

Ia sudah tiga hari ini terkena penyakit yang mirip gejala chikungunya. Dari kaki hingga wajah Satini juga mengalami rasa panas, dengan sakit pada daerah persendian. Bahkan Satini sempat tidak bisa berjalan karena sakitnya.

 

“Sekujur tubuh panas, sendi-sendi kulo linu dan sakit,” keluh Satini dalam bahasa campuran.

 

Hampir sebagian warga di Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok sudah satu bulan terkena wabah chikungunya. Penyakit yang disebabkan virus melalui perantara Nyamuk Aides Algopitus ini sangat cepat menyerang warga. Dalam setiap rumah, hampir sedikitnya ada dua warga yang terkena. Sedangkan di Desa Jatisaba sendiri ada kurang lebih 3 ribu warga.

 

Menurut Sailem, istri kepala dusun Desa Jatisaba, ia dan warga yang terkena chikungunya terpaksa pergi ke puskesmas atau balai pengobatan sendiri. Hal ini dikarenakan belum adanya penanganan dari pihak pemerintah kabupaten banyumas.

 

“Kami semua warga disini terpaksa memeriksakan diri ke puskesmas atau balai pengobatan terdekat karena belum ada penanganan dari pemerintah setempat. Padahal dalam satu desa sudah banyak yang terkena,” ujar Sailem, Jumat (25/12/2009).

 

Sementara dari data pihak Balai Pengobatan Hikmah Nur Husada yang berada di Desa Jatisaba, kurang lebih ada 5 ribu warga di sembilan desa di Kecamatan Cilongok yang terkena chikungunya. Dari sembilan desa yang ditangani Suyono, mantri setempat mengatakan, bahwa rata-rata per desa ada 20 persen dari 3 ribu penduduknya.

 

“Ada sembilan desa yang ditangani Puskesmas II Cilongok, dan setiap desa ada sekira 20 persen yang terkena chikungunya. Namun tidak merata terkena dalam satu waktu, tapi berganti-ganti tiap desanya,” ujar Suyono, mantri Puskesmas II Cilongok.

 

Suyono menambahkan, Puskesmas II Cilongok sendiri hanya menangani 9 desa dari 20 desa di Kecamatan Cilongok. Desa yang terkena chikungunya antara lain Desa Pageraji, Pejogol, Langgongsari, Pasegeran, Cipete, Batu Anten dan Desa Jatisaba.

 

Meski sudah banyak yang terkena wabah chikungunya, namun hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas baru melakukan pendataan dan belum melakukan penanganan serius.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini