nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2010 DKI Upayakan Tekan Angka Kecelakaan

Dadan Muhammad Ramdan, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2010 10:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 01 01 338 290072 doD5SHOyNr.jpg

JAKARTA - Keberadaan busway yang mampu mendongkrak migrasi pengguna angkutan pribadi hingga 14 persen di tahun 2009, diyakini menjadi modal yang cukup bagi Pemprov DKI untuk melakukan pembenahan transportasi di Jakarta menjadi lebih baik lagi.  

Terlebih, di tahun 2010 juga akan dilakukan penambahan koridor busway dari 8 koridor menjadi 10 koridor.

 

Menurut Gubernur DKI Fauzi BOwo, sepanjang tahun 2009 bus Transjakarta berhasil mengangkut 75 juta penumpang, di mana 14 persen di antaranya adalah mantan pengguna kendaraan pribadi.

 

"Insya Allah pada 2010 jumlah penumpangnya semakin meningkat,” ujar Fauzi Bowo dalam refleksi akhir tahunnya di Balaikota seperti dikutip dari situs Pemprov DKI, Jumat (1/1/2010).

 

Gubernur juga mengharapkan angkutan umum pun bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi lebih banyak lagi selain bus way. Dengan begitu, kepadatan lalu lintas bisa semakin ditekan seminimal mungkin.

 

“Kepadatan jalan berbanding lurus dengan kecelakaan. Dampak kepadatan lalu lintas adalah tingginya angka kecelakaan, dan di tahun 2010 diharapkan kepadatan berkurang sehingga angka kecelakaan dapat ditekan,” harapnya.

 

Menurut Fauzi Bowo, salah satu upaya menekan kepadatan lalu lintas adalah melakukan penambahan ruas jalan di Ibu Kota, meskipun risikonya terkadang mendapat penolakan dari masyarakat. Terlebih, perbandingan luas wilayah dengan jalan di Jakarta saat ini hanya 6,26 persen padahal perbandingan ideal adalah 14 persen.

 

Upaya penambahan ruas jalan, juga diiringi dengan upaya menekan pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi. Selain melakukan upaya idealisasi luas jalan di tahun 2010, sebelumnya sepanjang tahun 2009 pihaknya juga telah memperbaiki jalan berlubang seluas 858.817 meter persegi dengan cara betonisasi dan layer (pelapisan).

 

“Untuk membangun jalan kita tetap mempertimbangkan pertumbuhan kendaraan. Jangan sampai jalan bertambah kendaraan pribadinya pun ikut bertambah. Makanya, jalan baru menerapkan sistem tol,” ungkapnya.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini