JAKARTA - Kemampuan maupun inteligensi Daniel Daen Sabon, salah satu eksekutor Nasrudin Zulkarnaen, dianggap tidak mungkin bisa membuatnya menembak tepat pada sasaran atau target.
Menurut kuasa hukum Daniel, M Ardi Malembot, Daniel tidak memiliki inteligensi sehebat itu sebab kliennya hanya tamatan sekolah dasar.
“Lihat saja di PN Jakarta Selatan masih ribut soal balistik, ada kemungkinan lain soal itu. Dalam sidang di PN Tangerang sudah kita suruh panitera catat bahwa anak ini (Daniel) dengan sekolah tamatan SD, artinya tidak ada inteligensi untuk menembak,” ujar Ardi saat dihubungi okezone, Jumat (1/1/2010).
Dalam persidangan terdakwa Antasari Azhar, Selasa 29 Desember lalu, saksi ahli dari Perbakin, Roy Haryanto menyatakan, tidak mungkin seorang penembak amatir bisa akurat menembak objeknya, jika dilakukan dari atas sepeda motor yang berjalan.
Atlet menembak nasional itu juga menyatakan dibutuhkan keahlian untuk menembak secara tepat dari jarak seperti itu. Hal inilah yang dimaksudkan M Ardi bahwa kliennya tidak mungkin mampu menembak dengan jitu.
Untuk itu, dia bersikeras kliennya tidak bersalah dan menyatakan banding atas vonis hakim Pengadilan Negeri Tangerang. Selain Daniel, keempat eksekutor lainnya yakni Heri Santosa, Hendrikus Kia Walen, Fransiskus Tadon Kerans, dan Eduardus Ndopo Mbete yang divonis 17 tahun penjara juga menyatakan banding.
Untuk diketahui, Daniel sendiri divonis hukuman penjara 18 tahun.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.