nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teror Kafan Pocong Berisi Alat Santet Hantui Politikus

Ranin Agung, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2010 17:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 01 14 340 294171 IqN6Op9lmd.jpg Kafan pocong ditemui di rumah salah satu politikus Blora.(foto: Ranin)

BLORA - Teror kain kafan berbentuk pocong di Blora kian merajalela. Target sasaran adalah rumah para politikus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah tiga rumah politikus mendapat hadiah kain kafan.

Teror itu pertama kali diketahui Kamis pagi tadi pukul 06.30 WIB. Kain pembungkus orang mati itu, ditemukan di rumah calon Ketua Golkar Blora Haryono, bakal calon Bupati Blora Abu Nafi, dan terakhir di rumah Sekretaris Partai Hanura, Legyono.

Sebagian orang mengaitkan teror ini dengan agenda penetapan ketua DPC Golkar Blora menjelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Blora pada pertengahan tahun 2010 ini.

Kain kafan yang berbentuk pocong ini, tidak hanya kain kafan kosong namun di dalam kafan itu sendiri terdapat sejumlah benda ritual yang mengandung magis seperti kembang tujuh rupa dan disiram air bunga serimpi yang merupakan minyak yang digunakan oleh para dukun santet.

Pihak korban yang menjadi target pelemparan kain kafan ini, menjadi shock. Terlebih bagi Haryono, salah seorang calon ketua Golkar, yang disebut-sebut di atas kertas bakal memenangkan pemilihan bursa ketua Golkar tahun ini. Haryono mengaku sudah mengantongi dukungan dari 10 kecamatan di Kabupaten Blora.

Selain teror kain kafan, para pengurus Partai Golkar di tingkat kecamatan ini juga mendapat teror dan intimidasi orang tak dikenal, yang mendatangi rumah mereka. Akibat teror itu sejumlah kader tidak berani pulang ke rumah dan terpaksa menginap di rumah Haryono.

Sekretaris Partai Hanura Kabupaten Blora, Legyono dan keluarga juga merasa shock dengan teror ini. Ia mengaku tidak mengerti dengan maksud dihadiahi kain kafan ini.

“Kami shock. Apa maksudnya kami dihadiahi kain kafan,” ujar Legyono yang saat ini merupakan wakil ketua komisi B DPRD Blora itu.

Sejauh ini motif maupun pelaku di balik teror ini masih misterius.Para politikus di Kabupaten Blora juga mulai khawatir akan menjadi target teror kain kafan selanjutnya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini