nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Surga Eden: Saya Ini Islam

Yugi Prasetyo, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2010 19:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 01 15 340 294601 OtwpReMeRw.jpg Rumah Tantowi disegel.(foto:Tantan/SI)

BANDUNG - Ahmad Tantowi dan istrinya, Endang membantah tudingan bahwa mereka menyebarkan aliran sesat Surga Eden.

 

"Saya ini Islam. Tidak mungkinlah saya melarang orang untuk puasa dan salat. Dosa itu, mana mungkin saya berbuat seperti itu," ujar Tantowi kepada wartawan di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jabar, Jumat (15/1/2010).

 

Terkait jamaah dan pengikutnya, Tantowi juga berkilah bahwa mereka merupakan anak asuhnya. “Semuanya ada 90 orang. Mereka saya tampung di rumah saya. Ada yang saya bantu dicarikan pekerjaan. Yang lainnya ya saya perbolehkan tinggal di rumah itu," kilahnya.Selama tinggal di rumah tersebut, para "anak asuhnya" ia ajari menari.

 

"Soalnya saya memang suka dengan kesenian," ucapnya.

 

Karena alasan cinta terhadap kesenian itulah, ia mengoleksi beberapa barang yang kini jadi sitaan polisi seperti seks toys, hingga foto-foto telanjang.

 

"Tapi tidak hanya barang seperti itu. Banyak juga barang antik.

Dari sanalah saya bisa mendapat uang yaitu jualan barang antik dan bantu orang menjualkan tanah atau mencarikan pembeli. Tidak seperti yang dituduhkan yaitu menyuruh anak asuh saya merampok atau meminta rejeki mereka," ungkapnya.

 

Tantowi yakin bahwa kasusnya ini ialah sebuah rekayasa dari beberapa orang yang memiliki kekuasaan. "Saya yakin ini rencana orang tersebut.

Dia dulu rekanan bisnis. Tapi tidak tahu kenapa, dia malah mengkhianati dan terus memeras saya," kilahnya.

 

Terbongkarnya aliran sesat ini berkat laporan dari masyarakat sekitar yang risih dengan kehadiran mereka. Selain itu, diungkapkan Hakim untuk menutupi dosa karena tak melakukan peribadatan tersebut, semua kewajiban sebagai muslim tersebut cukup dibayar dengan zakat sebesar sepuluh persen dari total penghasilannya setiap bulan.

 

"Dalam ajaran mereka, setiap ada pengikut yang akan menikah, maka si pemimpin mereka harus menggaulinya dulu," tambah Dade.

 

Dijelaskannya, ritual itu dilakukan dengan dalih sebagai bentuk penyucian diri, agar calon mempelai tersebut menjadi bidadari. “Dan sebelum menggauli calon pengantin, si pemimpin bercumbu dulu dengan istrinya untuk menaikan dulu syahwatnya. Setelah itu, barulah dia menggauli calon mempelai itu dengan disaksikan semua anggota sekte. Sementara pengikut yang lain memegangi calon pengantin tersebut,” bebernya.

 

Dalam ajaran Surga Eden itu, masyarakat di luar kelompok mereka dianggap kafir. Karenanya, anggota sekte dihalalkan untuk merampok harta orang lain.

 

"Termasuk harta orang tua kandung dan keluarganya, anggota dihalalkan untuk merampoknya. Namun setelah merampok, anggota diharuskan membayar zakat sebesar dua puluh persen kepada Tantowi," terangnya Dade.

 

Saat digerebek, di dalam rumah sekte Surga Eden itu, ditemukan tempat yang disebut sebagai ruangan penyucian diri. Juga, ditemukan beberapa barang bukti berupa satu paket buku tentang ajaran Surga Eden, 5 buku tentang cara melakukan hubungan seksual, satu buah kitab Injil serta 60 lembar kuitansi setoran dari para donatur, serta dua roll negatif film berisi gambar-gambar cabul dari pemimpin sekte tersebut.

 

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini