Tuntut Kenaikan Upah, Belasan Guru Mogok Makan

Kastolani, Koran SI · Minggu 17 Januari 2010 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2010 01 16 340 294763

TEGAL - Belasan guru swasta terdiri atas 10 guru lelaki dan tiga guru perempuan melakukan aksi mogok makan di depan kantor DPRD Kabupaten Tegal, Sabtu (16/01/2010) kemarin.

 

Mereka menuntut anggota DPRD dan pejabat pemerintah setempat menaikkan tunjangan penghasilan guru swasta. Upah saat ini yang hanya sebesar Rp250.000/bulan dianggap tidak layak.

 

Dalam aksinya, para guru menyegel mulut mereka dengan lakban. Sebagian peserta tampak tiduran di lantai dan sebagian lagi duduk-duduk di depan pintu masuk gedung DPRD. Selain itu, mereka juga membentangkan poster kecaman terhadap anggota DPRD dan pejabat pemerintah yang dituding tuli dan tidak peduli dengan nasib guru swasta.

 

Di tengah jalannya aksi, seorang peserta , Adi Pujuh,(33), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah, Adiwerna, karena pingsan. Guru SMK Tunas Bangsa dan SMK Kusuma Bangsa ini diduga mengalami dehidrasi. Meski demikian, rekan-rekannya tetap melanjutkan aksi.

 

Ketua Forgusta Kabupaten Tegal, Fatah Yasin mengatakan, aksi ini dilakukan karena tuntutan kenaikan tunjangan guru tak kunjung direalisasikan pemerintah.  Bahkan, alokasi bantuan untuk guru swasta dalam RAPBDII 2010 menyusut.

 

Kondisi demikian, memicu protes guru swasta yang sudah melancarkan aksi demonstrasi lebih dari 12 hari.

 

“Teman-teman kecewa, setelah dengar hasil pembahasan anggaran oleh panitia Badan Anggaran. Dana bantuan untuk guru swasta ternyata tidak berubah sebesar Rp5 miliar,” katanya.

 

Fatah mengemukakan, mereka akan terus mogok makan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

 

“Sesuai rencana aksi ini berlangsung hingga Senin (18/1), tapi kita lihat kondisinya dulu. Kalau tuntutan kenaikan tunjangan ini tak juga disetujui, mogok makan ini akan terus kami lakukan sampai tuntutan dipenuhi,”paparnya. (abe)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini