nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SBY Mestinya Tanggapi Kerbau SiBuYa dengan Joke

Siti Ruqoyah, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2010 17:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 02 03 339 300533 GW3TZB428Z.jpg

JAKARTA - Curhatan Presiden SBY terhadap pengunjuk rasa yang membawa seekor kerbau bernama SiBuYa karena diindentikan dengan dirinya mengundang beragam tanggapan.  

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung juga angkat bicara. "Ada hal-hal yang sebetulnya tidak pantas dilakukan para demontrans kerena presiden adalah simbol negara yang diplih langsung oleh rakyat," papar dia di Mega Center, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

 

Menurut Akbar, ucapan yang disampaikan oleh demontrans tersebut kurang tepat. "Tidak sejalan dengan budaya yang kita bangun. Tetapi sebagai pemimpin apa pun yang dilakukan masyarakat harus siap menerimanya. Itu risiko sebagai seorang pemimpin," kata Akbar.

 

Sementara itu pengamat politik Yudi latif menilai, reaksi SBY pada dasarnya menyimpulkan dirinya sendiri terhadap sesuatau yang dikatakan orang lain ini adalah sangat merugikan. "Sikap tersebut menggambarkan ketidaktegasan mengambil suatu keputusan yang nantinya salah arah dan mendapat tekanan dari segala arah," ujarnya.

 

Akbar menambahkan, jika tidak senang dengan simbol kerbau tersebut seharusnya tidak dibalas dengan pernyataan curhat oleh SBY. "Tapi dibalas dengan guyonan atau joke," tarang dia.

 

Sekedar diketahui, demonstrasi 28 Januari yang menyikapi 100 hari kerja pemerintah, rupanya membuat Presiden tersinggung.

 

Presiden menyampaikan ungkapan hatinya itu di sela-sela pengantar pembuka rapat kerja, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu, dan gubernur se-Indonesia, di Istana Cipanas, kemarin.

 

"Apa yang cocok dengan aksi berloudspekaer yang besar, teriak-teriak SBY maling, Boediono maling, menteri maling. Ada yang bawa kerbau, SBY badannya besar, malas, dan bodoh. Apa unjuk rasa seperti itu ekspresi kebebasan, lantas foto diinjak-injak dan dibakar? Silakan dibahas dengan pikiran yang jernih," ucapnya.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini