nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SBY Klaim Program 100 Hari Sukses Besar

Insaf Albert Tarigan, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2010 21:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 02 03 339 300607 M9OExpxC2N.jpg (Foto: Koran SI)

CIPANAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim keberhasilan pelaksanaan program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II mencapai lebih dari 90 persen.

Hanya dua kementerian yang gagal mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam program 100 hari yaitu Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan Nasional.  Karena itu, Presiden menginstruksikan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto untuk menyampaikan keberhasilan itu kepada rakyat.

Hal tersebut disampaikan SBY dalam penutupan rapat kerja bersama para menteri dan gubernur seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan, Cipanas, Jawa Barat (4/2/2010).

Beberapa capaian pemerintah yang dipaparkan SBY dalam kesempatan tersebut di antaranya adalah revitalisasi Kredit Usaha Rakyat untuk pengentasan kemiskinan sebesar Rp20 triliun per tahun. Dan juga percepatan sertifikasi tanah oleh Badan Pertanahan Nasional serta pengadaan sarana air minum di 1.444 desa di seluruh Indonesia. Semua program ini masuk dalam kategori capaian cepat (quick win).  

Di sisi lain pemerintah juga berhasil mengatasi sumbatan (debottlenecking) dalam pembangunan. Misalnya, krisis listrik dapat diatasi tahun ini dengan pembangunan pembangkit 10 ribu Megawatt tahap pertama dan jalan tol lintas Jawa. "Contoh lain adalah permasalahan banjir di Jakarta dengan diselesaikannya kanal banjir timur,"ujar Presiden.

 

Dalam hal regulasi, pemerintah pada tahun ini telah menyelesaikan draf Peraturan Pemerintah (PP) untuk diimplementasikan. Di antaranya PP tentang jasa konstruksi, perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan, penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar, pendidikan kedinasan dan penyelenggaran tata ruang.

 

Presiden memerintahkan seluruh evaluasi program 100 hari tersebut ditambah dengan hasil rapat kerja di Cipanas segera dituangkan dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres) untuk ditindaklanjuti pemerintah pusat maupun daerah. "Saya berharap di dalam waktu 2 minggu sudah kita terbitkan,"ujarnya.

 

Oleh Presiden, pelaksanaan dari inpres tersebut nantinya akan dievaluasi per tiga bulan. Dia berharap langkah serupa juga diterapkan oleh para gubernur bersama jajarannya masing-masing. "Ajak serta bupati dan walikota mengenai pembangunan di daerahnya untuk bersinergi mengenai apa yang ingin dilakukan gubernur di provinsi dan masing masing kabupaten/kota,"katanya.

 

Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto mengatakan kegagalan kementerian pertanian dalam program 100 hari adalah pencanangan pembangunan produksi makanan berskala besar di Merauke, Papua.

 

Sedangkan Kementerian pendidikan Nasional gagal mencapai peningkatan kualitas 30 ribu pengawas tingkat SD dan SMP. "Yang berhasil cuma 27.768. Jadi pencapaian cuma 93 persen,” ujar Kuntoro.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini