Image

Puluhan Ribu Peziarah Padati Ponpes Tebuireng

Tritus Julan, Jurnalis · Minggu, 7 Februari 2010 - 22:16 WIB
Puluhan ribu peziarah hadiri peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Foto: Tritus Julan/Koran SI) Puluhan ribu peziarah hadiri peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Foto: Tritus Julan/Koran SI)

JOMBANG - Peringatan 40 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (7/2/2010) malam, kembali menyedot puluhan ribu peziarah. Selain warga, sejumlah pejabat juga hadir dalam tahlil bersama itu.

Sejak pukul 16.00 WIB, jalan raya Wachid Hasyim menuju Ponpes Tebuireng di Kecamatan Diwek sudah ditutup untuk kendaraan roda empat. Sementara berjarak tiga kilomter sebelum ponpes, jalan raya sudah ditutup total dengan pengamanan ketat. Praktis, para peziarah harus rela berjalan kaki sejauh itu menuju ponpes.

Pihak panitia sendiri menyediakan 11 layar lebar untuk mengantisipasi konsentrasi peziarah yang berkumpul di satu tempat. Layar lebar itu dipasang untuk menghindari membeludaknya peziarah di lokasi makam. Meski demikian, puluhan ribu peziarah itu kebanyakan memaksa berada di areal makam meski dilarang oleh petugas.

Peziarah sempat direpotkan dengan hujan yang turun selepas magrib dan mereka terpaksa keluar lokasi pondok untuk berteduh di rumah warga. Beberapa dari mereka juga banyak yang membeli plastik darurat untuk melindungi diri dari hujan dan kembali ke areal pondok untuk mengikuti tahlil yang dimulai sekira pukul 19.30 WIB itu.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Maffud MD terlihat hadir dalam tahlilan tersebut. Dalam kesempatan itu Mahfud MD sempat menceritakan sosok Gus Dur di matanya kepada para peziarah. Selain Mahfud, sejumlah tokoh lainnya yang hadir yakni adalah Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, KH Mustofa Bisri, dan perwakilan dari pihak keluarga Gus Dur.

Mahfud MD mengatakan, Gus Dur pantas mendapatkan doa dari banyak orang. Karena memang perannya banyak dirasakan sejumlah kelompok. Baik muslim maupun non muslim. Dia meyakini, sepanjang abad ini di Indonesia, tak akan ada tokoh sekaliber Gus Dur. “Bahkan satu abad ke depan, saya yakin tak ada penghormatan sebanyak yang diberikan kepada Gus Dur saat wafat,” kata Mahfud MD.

Dia juga menyetarakan Gus Dur dengan tokoh dunia, seperti mantan Presiden India, Mahatma Gandhi. Menurutnya, banyaknya orang yang datang di pemakaman Gus Dur, menandakan bahwa Gus Dur bukan orang biasa. Beliau adalah tokoh yang besar. “Dan itu saya buktikan sendiri,” terangnya.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming