nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polusi di Jakarta, EPA Gencarkan "Bernafas Lega"

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 22 Februari 2010 16:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 02 22 18 306044 TvTlYQyPcX.jpg Foto: Koran SI.

JAKARTA – Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency - EPA) Amerika Serikat bermitra dengan pemerintah DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas udara dan kesehatan publik melalui program “Bernafas Lega, Jakarta (Breathe Easy, Jakarta).” EPA akan menginvestasikan dana sebesar US$450.000 untuk memulai inisiatif ini.

“AS menilai Indonesia sebagai mitra penting dalam memperkuat perlindungan lingkungan global,” kata Asisten Administratif Kantor EPA untuk Bidang Luar Negeri Michelle DePass, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/2/2009).

“Kami berharap program ini akan berhasil meningkatkan kualitas udara yang dibutuhkan oleh setiap warga yang tinggal, bekerja, dan berkunjung di Ibukota ini," tambah dia.

Program ini bertujuan untuk mengetahui masalah polusi udara di Jakarta dan mengembangkan strategi efektif untuk memperbaikinya. EPA dan mitra akan menyediakan bantuan teknis dan pelatihan untuk mengembangkan pemantauan kualitas udara dan pendataan emisi.

Hari ini, DePass bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mendiskusikan detil-detil dari program tersebut. Kunjungan ini adalah kelanjutan dari kunjungan Kepala EPA Lisa P Jackson ke Indonesia, Oktober lalu,  yang menawarkan bantuan teknis untuk pemerintah DKI Jakarta. DePass juga akan bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri ESDM untuk mendiskusikan kerja sama baru di bidang lingkungan hidup.

Salah satu langkah pertama dalam menjalankan program “Breathe Easy, Jakarta” adalah membentuk kelompok kerja dari pihak-pihak yang terkait untuk menentukan prioritas utama dan mengembangkan strategi.

Pihak-pihak yang terkait dalam program ini mencakup para pejabat pemerintah, ahli teknis, LSM lokal dan masyarakat.

Inisiatif ini adalah salah satu contoh sukses dari kerjasama antara EPA dan Indonesia untuk menghadapi masalah lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat yang makin mendesak. Di masa lalu, kerja sama bilateral ini telah menghasilkan program penghapusan kandungan timah dalam bensin dan pengukuran kadar emisi udara dalam kebakaran-kebakaran hutan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini