Share

Karadzic Anggap Perang Serbia Sebuah Perang Suci

Fajar Nugraha, Okezone · Senin 01 Maret 2010 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 01 18 308065 MCwLXDGv90.jpg Karadzic dalam pengadilan (Foto: BBC)

DEN HAAG - Mantan Presiden Serbia Radovan Karadzic menganggap perang dilakukan Serbia terhadap Bosnia sebagai sebuah perang suci. Hal ini ia utarakan dalam pengadilan di Belanda, atas tuduhan Genosida terhadap warga muslim Bosnia.

Karadzic sebelumnya sempat melakukan boikot atas sidangnya, namun ia bersedia untuk tampil di depan pengadilan dengan didampingi oleh pengacaranya di Den Haag hari ini. Pengadilan ini sendiri sempat ditunda selama empat bulan sejak September lalu.

Dalam persidangan pertama ini, Karadzic bersikeras jika dirinya tidak bersalah atas 11 tuduhan yang berkaitan dengan Perang Bosnia pada 1992 hingga 1995 lalu. Namun ia menolak untuk memasukan pernyataan tidak bersalahnya tersebut secara formal kepada pihak pengadilan.

"Saya berkeyakinan jika perang yang dilakukan Serbia terhadap Bosnia adalah sebuah tindakan suci. Justru umat Muslim Bosnia yang memicu perang tersebut terlebih dulu," bela Karadzic dalam persidangan Kejahatan Perang Negara Bekas Yugoslavia (ICTY).

"Perang di Bosnia dilakukan atas dasar yang jelas. Serbia memiliki bukti-bukti yang dapat dipercaya atas perang ini," imbuh Karadzic seperti dikutip BBC, Senin (1/3/2010).

Pria berusia 64 tahun tersebut dihadapkan pada dua tuduhan genosida termasuk pembunuhan di Srebrenica yang mengakibatkan sekira 7 ribu korban. Karadzic juga dihadapkan pada sembilan dakwaan lain seperti pembunuhan, pemusnahan, penganiayaan dan pengusiran.

Pihak penuntut sendiri menyatakan jika Karadzic menjadi otak kampanye pembersihan etnis muslim dan kroasia di Timur Bosnia. Upaya ini dilakukan olehnya untuk membangun sebuah negara yang murni hanya terdiri dari etnis Serbia.

Karadzic ditangkap di Beograd, Serbia pada 2008 lalu setelah menjadi buronan selama 13 tahun. Semasa memerintah Republik Serbia, Karadzic memerintah dan memimpin kekuatan militernya dalam konflik di Bosnia yang menyebabkan 100 ribu jiwa tewas. (faj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini