Share

Karadzic : Militan Islam Bersalah Atas Pertumpahan Darah

Fajar Nugraha, Okezone · Selasa 02 Maret 2010 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 02 18 308241 nLvLf7jqEf.jpg Radovan Karadzic dalam persidangan (Foto: AP)

DEN HAAG - Radovan Karadzic, pemimpin Serbia di masa perang Bosnia lalu, kembali membela dirinya saat menjalani pengadilan atas kejahatan perang di Den Haag, Belanda.

Dalam sidang yang mengetengahkan pembelaannya, Karadzic menyatakan, jika dirinya bukanlah seorang yang keji seperti yang telah diutarakan oleh para penuntut dari pihak PBB. Dia mengaku, jika perbuatannya dilakukan untuk melindungi warga Serbia dari ancaman fundamentalis Muslim.

Selama empat jam, Karadzic terus mengatakan jika dirinya hanya melakukan tugas untuk melindungi warga. Karadzic sedikitpun tidak menyinggung tuduhan atas pembunuhan massal di Srebrenica, pengeboman di Sarajevo serta pemusnahan etnis muslim Bosnia dan desa-desa di Kroasia selama perang di Bosnia pada 1992-1995 lalu.

Karadzic mengaku bertanggung jawab penuh atas serangan pihak Serbia di Bosnia yang telah menyebabkan 100 ribu orang tewas. Mantan Presiden Serbia tersebut mengklaim jika dirinya hanya membela entis Serbia yang melawan Muslim Bosnia.

"Saya tidak ingin membela diri. Saya membela diri berdasarkan apa yang dialami oleh Serbia dan penyebabnya, yang tentunya sesuai dengan rasa keadilan dan tindakan ini merupakan sebuah bentuk perang suci," ungkap Karadzic seperti dikutip Associated Press, Selasa (2/3/2010).

Pria berusia 64 tahun ini mengklaim jika tindakannya di masa Perang Bosnia tidak lebih dari sebuah upaya bela diri. Karadzic menyatakan, jika etnis Serbia saat itu mengalami ancaman khususnya psikologis dan fisik dari etnis Muslim Bosnia.

Karadzic mengakui, keengganan Pemimpin Bosnia Alija Izetbegovic yang menolak pembagian kekuasaan dan meninginkan untuk mendirikan negara Islam di Bosnia, memicunya untuk menyatakan perang.

"Etnis Serbia ingin hidup bersama warga muslim, namun bukan di bawah hukum Islam," komentar Karadzic dalam pengadilan.

Lebih lanjut lagi Karadzic mengatakan, jika gambaran warga Muslim Bosnia yang menjadi korban perang pada 1992-1995 tersebut merupakan sebuah kebohongan. Dalam persidangan yang disponsori oleh PBB tersebut, Karadzic menuduh pihak penuntut telah mendiskreditkan dirinya.

"Pihak Muslim justru yang menyerang terlebih dulu dan pasukan mereka yang terlebih dulu menyebabkan pertumpahan darah," Komentar Karadzic.

Karadzic dihadapkan pada dua tuduhan genosida termasuk pembunuhan di Srebrenica yang mengakibatkan sekira 7 ribu korban. Karadzic juga dihadapkan pada sembilan dakwaan lain seperti pembunuhan, pemusnahan, penganiayaan dan pengusiran. (faj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini