SURABAYA - Gedung DPRD Kota Surabaya menjadi tujuan demo 200 lebih guru honorer yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI). Mereka menuntut kesejahteraan dan memperjuangkan statusnya sebagai guru honorer menjadi PNS.
"Dua tuntutan lainnya, kami meminta BKD agar terus memperjuangkan kami menjadi PNS dan mengusahakan kesejahteraan GTT/PTT Sekolah Negeri. Untuk istighotsahnya sendiri, kami lakukan karena ada satu diantara anggota terkena musibah. Jadi sambil menunggu kami diterima perwakilan Komisi A, kami berdoa bersama di halaman gedung," ujar Panji, Ketua FTHSNI, di Jalan Yos Sudarso Surabaya, Jumat (5/3/2010).
Ratusan guru honorer tersebut juga melakukan istigotsah atau berdoa bersama. Mereka menuntut Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar menerima data GTT/PTT Sekolah Negeri Surabaya dan harus memproses sampai menjadi data base di BKN.
"Kami datang ke sini karena permasalahan yang kami hadapi tidak pernah tuntas. Data GTT/PTT Sekolah Negeri yang diajukan pada Wali Kota tidak mendapat respon dan belum ditetapkannya upah minimum bagi guru," paparnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Armuji akhirnya menemui ratusan guru honorer yang telah menunggu selama 1,5 jam, di halaman Gedung DPRD Surabaya. Armuji berjanji akan membantu menyelesaikan permasalahan guru tenaga honorer.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.