nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marga Belanda Depok Terancam Punah

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Selasa 00 0000 00:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 03 08 345 310291 PTIkTWMdZI.jpg SD Pancoran Mas 2, salah satu peninggalan Cornelis Chastelein. (Foto: Marieska Harya Virdhani/okezone)

Keturunan budak-budak Cornelis Chastelein yang kerapkali disebut Belanda Depok, kini terancam punah. Pasalnya, seiring berjalannya zaman dan terjadinya pembauran atau asimilasi para budak di masyarakat sekitar, justru membuat marga-marga yang mereka bawa terancam punah.

Seperti lazimnya, para budak menganut garis keturunan patrilineal atau mengikuti garis keturunan ayah. Sehingga marga hanya bisa diturunkan dari pihak lelaki. Oleh sebab itu, jika salah satu keturunan budak wanita yang menyandang marga di nama belakang, kemudian menikah dengan pria di luar komunitas Belanda Depok, mereka tidak dapat memberikan marga kepada keturunan mereka.

Selain itu, faktor agama juga dapat menjadi pemicu punahnya generasi penerus Belanda Depok. Lantaran para budak Cornelis Chastelein memeluk agama yang berbeda dengan masyarakat sekitar.

"Bisa jadi mereka tak punya anak lelaki, karena kami patrilineal, atau mereka tidak percaya lagi dengan agama yang dikenalkan Cornelis Chastelein, bisa jadi pindah agama, itu yang menyebabkan punah," kata salah seorang keturunan Belanda Depok, Suzana Leander, saat berbincang dengan okezone di kantor YLCC Jalan Pancoran Mas Depok, beberapa waktu lalu.

Dari dua belas marga, salah satu marga yang telah punah adalah marga Zadoch. Sementara saat ini terdapat tiga marga yang terancam punah, yakni Jacob, Joseph, serta Tholense. Jacob, kata Suzana, hanya tersisa dua kepala keluarga, Joseph tersisa lima kepala keluarga, dan Tholense 25 kepala keluarga.

"Saat ini zaman sudah makin berkembang, dan komunitas kami hidup sangat rukun, bisa jadi yang saya sebutkan tadi, kalau marga ini pindah agama serta alasan pernikahan di luar komunitas, bisa terjadi seperti Zadoch. Karena itu tetap kami lestarikan, wadahnya lewat YLCC," tutur Suzana.

Kini sedikitnya terdapat 800 kepala keluarga yang masih tersisa dari komunitas "Belanda Depok". Wasiat serta bukti otentik sejarah budak-budak Cornelis Chastelein, masih tersimpan rapi oleh Badan Pengurus YLCC yang diketuai oleh Valentino Jonathan.

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini