JAKARTA - Selepas longsornya TPA Galuga, Bogor, tebing pembatas setinggi lima meter hingga kini belum diperbaiki. Padahal, kerusakan telah menewaskan empat orang dan melukai tujuh orang.
Sementara itu, puluhan pemulung masih terlihat di loksi mengais rezeki untuk memenuhui kebutuhan hidup sehari-hari. Tebing pembatas yang ambrol itu masih dibiarkan begitu saja. Padahal, jika tidak segera diperbaiki longsor susulan masih akan terjadi.
Dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa memakan korban lagi. Sebab, aktivitas para pemulung masih berlangsung di TPA Galuga yang terletak di Kecamatan Cibungbulang itu.
Ahmad, pemulung, mengatakan tetap mengumpulkan barang bekas di sekitar lokasi kejadian maut itu untuk memenuhi kebutuhan hidup. "TPA Galuga adalah sumber kebutuhan hidup keluarga," papar Ahmad, Kamis (18/3/2010).
Sementara itu keluarga korban tewas, masih mengharapkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Bogor. Sayangnya bantuan yang sudah dijanjikan itu tidak kunjung datang. Sejauh ini mereka baru mendapat uang duka dari Pemerintah Kota Bogor.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.