Gabungan Sistem Manufaktur Tekan dan Tarik ala Dosen UII

Satria Nugraha, Trijaya · Kamis 25 Maret 2010 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 25 99 315916 AZ24wcR7Gv.jpg Kampus UII Yogyakarta

YOGYAKARTA - Beberapa sistem produksi yang dikenal secara popular adalah sistem material requirement planning (MRP), just in time (JIT), dan optimimized production technique (OPT).

Ketiga sistem ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan serta pengaplikasiannya yang berbeda-beda. Sebagian besar industri saat ini menggunakan sistem MRP dibandingkan JIT dan OPT. Meski kemudian dari hasil studi dinyatakan bahwa sistem JIT relatif lebih baik dibandingkan sistem yang lain.

“Banyak industri yang menggunakan sistem MRP diubah ke sistem JIT ,” ujar Prof Dr Ir Chairul Saleh, MSc dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar Universitas Islam Indonesia (UII). Pidato pengukuhannya berjudul "Model Penggabungan Sistem Manufaktur Tekan dan Tarik untuk Meningkatkan Efisiensi Perusahaan."

Chairul mengatakan, dengan beberapai  fakta tersebut dirinya kemudian berupaya menggabungkan kedua sistem produksi tekan (MRP) dan tarik (JIT). Tujuan dari model ini adalah untuk mengintegrasikan kedua model sistem produksi sehingga bisa menghasilkan nilai yang lebih menguntungkan.

“Bisa untuk menghemat biaya investasi dan bisa mengubah satu model ke model lain jika diperlukan,” katanya.

Dalam proses penggabungan kedua model sistem produksi ini, ukuran lot produksi dari sisi sistem produksi tekan semakin menjadi optimal, hal ini akan juga memberikan penghematan biaya inventori dan pengawasan produksi akan semakin mudah.

“Untuk itu upaya peningkatan produktivitas perusahaan dapat dilakukan, karena dari aspek efisiensi (biaya minimum) dan efektifitas operasi (kepuasan konsumen) sekaligus kedua aspek tersebut dapat dicapai,” urai Chairul.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini