Bantai Warga Muslim Bosnia, Serbia Minta Maaf

Fajar Nugraha, Okezone · Rabu 31 Maret 2010 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 31 18 317943 hwmovZhGiu.jpg Parlemen Serbia minta maaf bantai Muslim Bosnia (Foto: Press TV)

BEOGRAD - Parlemen Serbia menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa pembantaian ribuan warga Muslim Bosnia pada Perang Balkan pada 1995 lalu. Namun mereka menolak aksi kekerasan saat itu disebut sebagai sebuah peristiwa genosida.

Dalam voting deklarasi yang dihasilkan pada hari ini, Parlemen Serbia mengecam pembantaian lebih dari delapan ribu warga Muslim Bosnia. Mereka juga mengutarakan penyesalannya karena tidak mampu berbuat banyak untuk mencegah tragedi kemanusiaan itu.

Deklarasi permintaan maaf yang disetujui oleh 127 dari 173 anggota parlemen yang hadir saat itu, menuntaskan penyangkalan yang dilakukan oleh politisi Serbia selama ini.

"Parlemen Serbia mengecam keras kejahatan atas kemanusiaan yang dialami oleh warga Muslim Bosnia di Srebrenica pada bulan Juli 1995. Hal ini sesuai dengan yang ditetapkan oleh pengadilan internasional PBB (ICJ)," isi dari deklarasi tersebut seperti dikutip Press TV, Rabu (31/3/2010).

PBB sendiri mengaku bertanggung jawab kegagalan mereka untuk melindungi warga Srebrenica yang dilindungi PBB dari serbuan pasukan Serbia saat itu. Namun hingga kini belum ada petinggi PBB yang dibawa ke meja persidangan untuk bertanggung jawab.

Deklarasi yang dikeluarkan oleh Parlemen Serbia juga menyatakan kesediaan mereka untuk membantu pihak internasional untuk menangkap Ratko Mladic. Mladic merupakan jenderal pasukan Serbia di Srebrenica dan dianggap sebagai buronan kejahatan perang yang paling dicari oleh PBB.

Hingga kini Mladic dipercaya masih bersembunyi di Serbia dan dirinya akan dihadapkan pada Pengadilan Internasional di Den Haag, Belanda jika tertangkap.

Permintaan maaf ini dikeluarkan saat Serbia terus berupaya masuk dalam keanggotan Uni Eropa dan sekaligus berusaha menarik investor guna menanamkan modal mereka di negara Balkan itu.

Pemerintah Serbia sendiri berencana untuk dapat menangkap Mladic dan membawa ke pengadilan internasional sebelum negosiasi untuk masuk dalam keanggotaan Uni Eropa dimulai. 

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini