JAKARTA - Banjir Kanal Timur (BKT) mulai dikotori oleh sampah rumah tangga, limbah industri, dan pabrik. Kotoran ini bila dibiarkan dapat mengancam kualitas air di kanal tersebut juga memengaruhi penggunaan air di masyarakat.
Sampah ini diketahui masuk ke BKT melalui baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pencemaran dengan cara langsung dilakukan masyarakat dengan membuang sampah atau limbahnya ke BKT. Sedangkan cara tidak langsung dengan mencemari melalui lima aliran kali yang tersambung ke KBT. Seperti Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Pitoyo Subandrio menjelaskan, rendahnya keadaran masyarakat menangani sampah jadi penyebabnya. Terlebih cukup banyak warga sekitar BKT yang membuang langsung sampah mereka ke BKT. "Padahal Gubernur sudah mengharamkan pembuangan sampah ke kali," ungkapnya, Selasa (6/4/2010).
Dari pengamatan, sampah terlihat mengambang di wilayah BKT khusunya di sekitar Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur. Jenis sampah kebanyakan dari rumah tangga yang terbuat dari plastik. Termasuk sampah sisa bungkus makanan dan cairan hitam seperti limbah industri yang tidak diketahui asalnya.
Pitoyo menuturkan sampah di BKT bukan hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari daerah lain. Kalau terus dibiarkan menurutnya, Pemprov DKI Jakarta akan mengeluarkan anggaran hanya untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto menjelaskan, penanganan sampah di BKT nantinya merupakan tugas dari tim pengelola BKT. Namun tim tersebut hingga saat ini belum dibentuk. "Nantinya mereka (tim pengelola BKT) yang akan bertanggung jawab atas kebersihan khususnya dan umumnya pengelolaan secara keseluruhan," kata mantan Panglima Kodam Jayakarta tersebut.
Priyanto menjelaskan, fenomena sampah ini sebelumnya juga terjadi pada saluran kali lain di wilayah Jakarta. Meski sudah dibersihkan pasti sampah akan datang lagi mengotori wilayah air di Jakarta. Pemasangan jaring untuk menahan sampah perlu dikaji agar tidak justru menahan air dan menyebabkan banjir atau genangan.
Pihaknya masih terus mencari solusi yang tepat menangani sampah di BKT saat ini. Selain butuh perencanaan yang matang perlu juga dukungan dan yang besar. Selama solusi tersebut belum terealisasi, masyarakat dimintanya turut mendukung dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Karena sampah setiap waktu datang tidak terbendung. Permasalahan sampah bahkan sudah dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah perairan Jakarta seperti Kepulauan Seribu. Banyaknya sampah daratan mengotori wilayah perairan laut ini bahkan telah menyebabkan sepuluh jenis ikan tangkapan nelayan hilang di perairan Kepulauan Seribu.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.