Chikungunya Serang 87 Jiwa, Tapanuli Utara KLB

Adela Eka Putra Marza, Okezone · Senin 19 April 2010 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2010 04 19 340 324125

MEDAN - Penyakit Chikunguya menyerang 87 jiwa di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Akibatnya, daerah tersebut dinyatakan dalam KLB (kejadian luar biasa) Chikungunya oleh Dinas kesehatan Sumut, meskipun hingga saat ini belum ada korban yang meninggal.

 

"Kejadian ini sudah berlangsung sejak Desember 2009-Februari 2010. Berdasarkan laporan yang kami peroleh, ada 87 kasus. Hingga saat ini, kasus tersebut masih berlangsung, sehingga kami belum tahu jumlah tepatnya saat ini," jelas Kepala Dinkes Sumut Chandra Syafei kepada wartawan di Medan, Senin (19/4/2010).

 

Penyakit yang disebabkan nyamuk aedes albovektus ini melanda empat desa, yakni Desa Huta Lontung, Desa Unte Nungkur, Desa Huta Godang dan Desa Aritonang di Kecamatan Muara, Kabupaten Taput. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Sumut meminta setiap masyarakat mewaspadai penyakit ini.

 

Untuk menanggulangi kasus ini, Dinkes setempat sudah melalukan pengobatan kepada penderita. Selain itu, juga dilakukan pengasapan di wilayah yang terserang dan melakukan abatisasi atau penaburan serbuk pembasmi jentik nyamuk. Badan Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Dinkes Sumut juga sudah diturunkan ke lokasi kejadian.

 

Nyamuk aedes albovektus ini sendiri biasanya menyukai air yang keruh dan mangandung tanah, seperti kolam dan danau. Biasanya juga, jika di suatu daerah ditemukan kasus chikungunya, maka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak akan ditemukan, karena kondisi lingkungannya berbeda.

 

Sementara itu, usia penderita chikungunya di Kabupaten Taput, terbanyak di atas 20-57 tahun. Namun, tujuh di antaranya ada juga yang berusia dua hingga tujuh tahun. Saat diperiksa, para penderita tersebut mengalami gejala seperti panas, bercak merah pada kulit, serta rasa nyeri di lipatan paha dan ketiak.

 

Kesembuhan penderita cikungunya ini tergantung pada kondisi tubuhya. Biasanya, penderita dapat sembuh setelah menjalani pengobatan selama tujuh hari. Sedangkan, paling lama bisa mencapai waktu satu bulan.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini