nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NU Kisruh Akibat Intervensi Pihak Luar

Amir Tejo, Jurnalis · Kamis 29 April 2010 10:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 04 29 340 327536 DLWPgbhW9v.gif ist

SURABAYA - Polemik soal penetapan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015 yang kini dipermasalahkan sejumlah pimpinan pengurus wilayah (PW), pengurus cabang (PC), serta sebagian pengurus pusat harus segera teratasi.  

 

Pasalnya, polemik tersebut bisa berdampak kepada kurang efektifnya kinerja pengurus dan organisasi PBNU jika dibiarkan berlarut-larut. Karena itu, Rois Aam KH Sahal Mahfudz diminta mengambil tindakan tegas.

 

Ketua Gerakan Penyelamat Nahdlatul Ulama (GPNU) M Khoirul Rijal mengatakan, polemik tersebut menjadi bukti bahwa dugaan adanya intervensi pihak luar seperti yang sejak awal telah dicurigai oleh aktivis GPNU.

 

"Jika tidak ada intervensi pihak luar dalam penetapan pengurus, tidak akan mungkin terjadi konflik yang berlarut-larut. Dalam berorganisasi warga nahdliyin, jika terpilih menjadi pengurus maka calon yang kalah tetap dimasukkan menjadi pengurus," ujar Rijal, kamis (29/4/2010).

 

Sejak awal, GPNU sudah menduga bahwa pelaksanaan muktamar di Makasar kental adanya intervensi pihak luar. Salah satu upaya menghalau intervensi, sebelum pelaksanaan pemilihan Ketua PBNU, pihaknya telah melakukan gerakan anti money politics kepada semua calon.

 

Dalam gerakan tersebut, semua calon diminta menandatangani surat pernyataan anti money politics. Cara tersebut dianggap efektif, karena kandidat yang bersedia menandatangani surat tersebut, naluri mereka untuk memenangkan perebutan kursi ketua pasti akan meninggalkan cara-cara yang batil.

 

Meski dalam pelaksanaan muktamar beredar rumor yang berkembang bahwa terdapat calon melakukan money politics. GPNU masih memiliki harapan agar intervensi jangan sampai berlanjut hingga penetapan pengurus baru, lebih-lebih dalam pengambilan keputusan kebijakan NU pada masa datang.

 

Harapan GPNU ternyata hanya sekedar harapan, dan intervensi di NU sampai saat ini pun tetap berlanjut. Jika intervensi terus berlanjut, akibatnya kepemimpinan Said Aqil Siroj banyak diragukan.

 

Terhadap kentalnya intervensi di NU saat ini, GPNU meminta secara tegas agar Rois Aam, KH Sahal Mahfudz mengambil kebijakan strategis, di antaranya mengevaluasi susunan pengurus dan sebagian pengurus yang ditunjuk menjadi pimpinan namun diragukan kualitas ke-NU-annya.

 

“Jika hal itu dilakukan Rois Aam, maka NU akan terhindar kepentingan nafsu sejumlah orang termasuk pemerintah dan menjadi organisasi yang lebih bermartabat,” tukasnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini