nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sultan Sepuh Pakuningrat Cirebon Wafat

Ibnu, Jurnalis · Sabtu 01 Mei 2010 01:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 04 30 340 328204 XwvFHEaKQR.jpg Foto: Ibnu (Koran SI)

CIREBON - Sultan Kasepuhan Kota Cirebon, Sultan Sepuh Maulana Pakuningrat atau lebih dikenal Sultan Sepuh XIII meninggal dunia sore tadi sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (30/4/2010).  

 

Sultan menghembuskan nafas terakhir di RS Pertamina, Klayan, Cirebon setelah menjalani perawatan selama satu minggu. Sultan Sepuh meninggal akibat gagal jantung.

 

Jenazah tiba di rumah duka di komplek Keraton Kasepuhan Kota Cirebon pukul 16.50 WIB. Suasana duka tampak menyelimuti keluarga besar Keraton Kasepuhan. Mereka terlihat begitu kehilangan tokoh yang selama ini menjadi panutan. Selama ini mendiang sultan dikenal mempunyai kepedulian yang besar terhadap permasalahan bangsa.

 

Putra Mahkota PRA Arief Natadiningrat mengungkapkan, kondisi fisik sultan dalam beberapa pekan terakhir terus menurun. "Sejak dua minggu terakhir kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal tadi sore," ujar Arief saat ditemui di rumah duka.

 

Sebelum meninggal, sambung Arief, Sultan Sepuh sempat melakukan dzikir bersama dirinya, Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah berdzikir, Sultan Sepuh sempat tidur hingga siang sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir. "Sehari sebelum meninggal, beliau sempat tak sadarkan diri," ujarnya.

 

Menurut Arief, Sultan Sepuh sudah lama menderita penyakit jantung. Penyakitnya sempat sembuh setelah ditangani sejumlah rumah sakit. "Beliau menderita jantung sejak pensiun dari Bank Jabar Banten. Pada 2005, tiga ring dipasang di jantung kanan dan kiri Sultan Sepuh," ujar Arief.

 

Arief mengaku seluruh keluarga sudah mempunyai firasat Sultan Sepuh akan meninggal, pasalnya sejak sebelas hari terakhir kondisinya terus melemah. Lebih lanjut Arief mengatakan, selama ini Sultan Sepuh sangat memperhatikan kepentingan keraton, bahkan permasalahan yang dihadapi bangsa seperti reaksinya saat mendengar kabar yang menyebutkan bahwa harta karun dari perairan Cirebon akan dilelang pemerintah.

 

"Begitu mendengar kabar harta karun dari perairan Cirebon akan dilelang, beliau langsung mengirimkan surat kepada Presiden SBY. Beliau meminta agar pemerintah tidak melelang benda cagar budaya tersebut melainkan menyarankan agar dilestarikan," ungkap mantan anggota DPD Jawa Barat ini.

 

Sultan Sepuh Maulana Pakuningrat meninggal dalam usia 73 tahun, meninggalkan satu istri, RA Irawati Pakuningrat, lima putra-putri, yakni PRA Arief Natadiningrat, RR Alexandra Uryaningrat, RR Gumiwang Kencana Ningrat, ER Nisfudin Ardiningrat, dan ER Gumelar Soerjadiningrat.

 

Jenazah Sultan Sepuh disemayamkan di Ruang Kabayaksa, komplek Keraton Kasepuhan Kota Cirebon. Setelah Magrib, jenazah dimandikan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pemakaman dilakukan Sabtu (1/5/2009) di komplek Makam Sunan Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, makam khusus keturunan Sunan Gunung Jati.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini