Dinkes Belum Pastikan Rifan Meninggal Karena Chikungunya

Gin Gin Tigin Ginulur, Okezone · Kamis 13 Mei 2010 23:13 WIB
https: img.okezone.com content 2010 05 13 340 332377 u9HgBNO02K.jpg Ilustrasi

GARUT - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Hendy Budiman belum bisa memastikan bayi Rifan meninggal dunia akibat terserang penyakit chikungunya.

"Kita belum bisa memastikan apakah Rifan meninggal karena Chikunguya. Karena hingga saat ini kita belum pernah menerima laporan ada penderita Chikunguya yang meninggal meski penyebabnya sama yaitu nyamuk Aedes Aeghepty," kata Hendy kepada wartawan, Kamis (13/5/2010).

Hendy menjelaskan, putra pasangan Juhana dan Nunung itu dilaporkan mulai sakit pada 21 April. Saat itu, kata dia, hasil diagnosa dokter di puskesmas menyebutkan Rifan menderita demam. Namun, di tubuhnya ditemukan bercak-bercak merah.

"Kita masih menunggu hasil uji laboratorium, dua atau tiga hari kemungkinan sudah ada hasilnya dan kita bisa mengetahui apa penyebabnya," sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Garut sendiri telah menetapkan kasus chikungunya yang menimpa warga Kampung Halteu dalam kategori kejadian luar biasa (KLB). Saat ini, pihaknya telah melakukan langkah penanganan wabah ini seperti pengobatan dini terhadap penderita serta perbaikan kondisi lingkungan.

"Jumat besok (14/5/2010) kita akan melakukan penyemprotan untuk memberantas nyamuk," ujar dia.

Di Kampung Halteu Desa Kadungora Kecamatan Kadungora ini sendiri sebanyak 34 warganya diduga terkena chikungunya. Kepala Desa, Deden Syamsu Rizal mengatakan, 23 warganya telah pulih.

Menurutnya gejala yang dialami warganya sama yakni tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian, lemas dan timbul bintik merah di permukaan kulit. (frd)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini