nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aceh Barat Resmi Berlakukan Wajib Rok

Salman Mardira, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2010 06:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 05 26 340 336380 xjKIlhWAGa.jpg Razia Pakaian Ketat di Aceh (Ist)

BANDA ACEH – Meski menuai kontroversi, Pemkab Aceh Barat akhirnya nekad memberlakukan peraturan wanita harus menggunakan rok dan melarang berpakaian ketat.

Terhitung Rabu (26/5/2010), Pemkab secara resmi melarang wanita bercelana jeans dan baju ketat di wilayah itu.

Sebanyak 20 ribu helai rok disiapkan Pemkab untuk dibagi secara cuma-cuma kepada wanita yang terjaring razia busana ketat yang akan digalakkan agar aturan itu berjalan.

Bupati Aceh Barat, Ramli Mansyur mengatakan, walau ada yang kontra pihaknya tetap menjalankan aturan itu, karena ini bagian dari penegakan syariat Islam di Aceh Barat. Dia sudah mensyahkan Peraturan Bupati terkait ketentuan itu.

“Salaku pemimpin, saya harus menerapkan aturan ini karena saya akan diminta pertangung jawaban oleh Allah nantinya, dan juga oleh rakyat saya,” katanya saat dihubungi oleh wartawan dari Banda Aceh, Selasa (25/5/2010).

Agar aturan itu berjalan, Pemkab sudah meminta Dinas Syariat Islam setempat dan Wilayatul Hisabah (Polisi Syariah) untuk mengintensifkan razia. "Untuk besok, mereka akan memusatkan razia di beberapa lokasi di Aceh Barat, di antaranya di perbatasan Kabupaten Nagan Raya, Kecamatan Arogan, dan Kecamatan Kawai.

Jika ada wanita yang terjaring, kata Ramli, celana ketat diminta lucuti dan diganti dengan rok gratis. Petugas akan menyita celana ketat yang dikenakan para terjaring razia.

Tahap mula, petugas razia akan mencatat nama yang terjaring razia. Tapi, jika sudah tiga kali melakukan kesalahan serupa, Ramli menyatakan, pihaknya akan memberi sanksi kurungan. Peraturan itu juga berimbas kepada pedagang pakaian wanita. Mulai besok, mereka dilarang menjual pakaian ketat wanita.

Pemkab juga akan merazia toko-toko pakaian khususnya wanita. Meski sempat dikecam oleh sejumlah pihak karena dinilai tak ramah gender, Bupati Aceh Barat Ramli menyatakan, peraturan dibuatnya itu sudah mendapat dukungan semua elemen di wilayahnya.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini