nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Warga Padang Rusak Peralatan PDAM

Rus Akbar, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2010 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 05 28 340 337249 dWWBGB25xF.jpg Ilustrasi (Foto. Ist)

PADANG- Tak terima dengan kebijakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, ratusan warga Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, merusak barak dan peralatan pembangunan air minum milik perusahaan daerah yang berada di Bungus.

Aksi anarki yang terjadi pada pukul 10.00 WIB tadi pagi itu bermula dari penolakan warga setempat terhadap rencana PDAM Pemkot Padang menyedot air di lokasi setempat, yang mengancam pengairan sawah seluas 500 hektare.

Massa yang berjalan kaki sejauh lebih kurang 1 kilometer menuju lokasi pembangunan instalasi PDAM. Sesampai di lokasi, massa yang sudah marah langsung mengusir pekerja pembuatan integ PDAM.

10 pekerja yang berada di lokasi pun langsung kabur. Selanjutnya massa, merusak Intek PDAM yang tengah dibangun. Ternyata emosi warga tak hanya sampai di situ, massa juga merusak kamp pekerja, beberapa peralatan yang berada di lokasi ikut menjadi sasaran amuk massa, seperti mesin cor semen, batu bata, lampu, serta jembatan dari pohon kelapa untuk masuk ke lokasi.

Menurut Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Bungus, Yasbir, kemarahan warga ini bentuk penolakan pada penempatan PDAM Kota Padang di lokasi ini. ”Pembangunan Intek PDAM ini mengancam kekeringan 500 hektare sawah,” ujarnya.

Pihak PDAM rencananya akan mengambil air bersih dari Sungai Tampunik yang selama ini menjadi sumber air bersih warga. ”Kalau musim kemarau sumber air itu tidak bisa mengairi sawah warga, ditambah lagi PDAM mau mengambil air dari sana,” ungkapnya.

Kata Yasbir, warga sebenarnya sudah menyampaikan hal itu pada Pemkot Padang, tapi tak dihiraukan. Pemkot Padang tetap ngotot melakukan pembangunan air bersih. ”Inilah dampaknya kalau masyarakat sudah marah, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu, saat kejadian sejumlah polisi yang berada dilokasi tidak bisa berbuat banyak, karena kalah jumlah dengan massa. Setelah puas menghancurkan barang-barang milik PDAM, warga langsung bubar.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini