Golput Pemenang Pemilukada Surabaya

Amir Tejo, Okezone · Rabu 02 Juni 2010 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2010 06 02 340 338856 UMyviaOuSS.jpg wordpress

SURABAYA - Berdasarkan hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI), golput menjadi pemenang dalam Pemilukada Surabaya yang digelar pada hari ini. Angka golput dalam pemilukada Surabaya berdasarkan data dari LSI mencapai 41,31 persen.  

 

Sedangkan untuk perolehan suara untuk pasangan calon walikota Surabaya, posisi tertinggi berdasarkan data LSI dipegang oleh pasangan Tri Risma Harini dengan Bambang Dwi Hartono. Pasangan yang diusung oleh PDIP ini memperoleh suara sekitar 38,26 persen. Di urutan kedua dipegang oleh pasangan Arif Afandi Afandi Adies Kadir. Pasangan yang diusung oleh Demokrat, Golkar dan PAN ini memperoleh suara sekitar 35,38.

 

Pasangan Fandi Utomo-Yulius Bustami yang diusung oleh PKS, PDS, PPP dan PKNU memperoleh suara sekitar 13,98 persen, kemudian disusul pasangan BF Sutadi dan Mazlan Mansyur yang diusung PKB dan Gerindra mendapatkan suara 6,28 dan yang paling akhir adalah perolehan suara pasangan independen Fitradjaya-Naen yang hanya memperoleh suara 6,13 persen. Data ini baru 99,14 dari data yang seharusnya diambil dari 350 Tempat pemungutan Surabaya di Surabaya yang dijadikan sample.

 

Namun meskipun udah hampir mendekat sertus persen, LSI tidak berai memastikan siapa yang akan menjadi pemenang dalam pemilukada Surabaya.

 

“Margin errornya sekitar 2 persen, sehingga dengan melihat perolehan suara pasangan nomor empat dan nomor tiga, kami tidak bisa menentukan siapa yang bakal unggul karena masih dalam batas error,” ujar Astro Simamora Direktur Riset LSI saat jumpa pers dengan wartawan, Rabu (2/6/2010).

 

Selain itu, rendahnya perolehan suara pasangan pendatang baru dalam Pemilukada Surabaya, bisa diambil kesimpulan jika orang Surabaya masih susah untuk menerima gagasan-gagasan baru dari para calon pendatang baru.

 

Seperti diketahui, pasangan Tri Rismaharini dan Bambang dan Arif Afandi- Adies Kadir bisa dikatakan sebagai pasangan incumbent. Tri Risma adalah mantan Kepala Badan Perencananaan Pembangunan Kota Surabaya. Sedangkan Bambang DH adalah Walikota Surabaya.

 

Sedangkan Arif Afandi yang juga mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos itu, sebelum maju menjadi calon walikota Surabaya menjabat sebagai Wakil Walikota Surabaya. Namun di tengah jalan hubungan antara Bambang DH dan Arif Afandi tidak harmonis sehingga dalam pilkada kali ini mereka pecah kongsi maju masing-masing.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini