nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Sodomi R Diperkirakan 20 Orang

Agus Joko, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2010 08:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 06 03 340 338975 BLrv2EQNdp.jpg sripoku.com

MAGELANG – Korban pelecehan seksual yang dilakukan R (15), remaja asal Desa Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang diyakini mencapai puluhan orang.  

 

Ketakutan dan malu, diduga menjadi penyebab korban maupun keluarganya enggan memberi keterangan sebenarnya kepada polisi. Dari keterangan polisi, korban sodomi R terdeteksi baru 8 orang. “Kalau melihat jumlah teman mainnya (R), saya yakin jumlahnya lebih dari delapan,” kata Rihandoko (32), tetangga sekaligus tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggal R, kemarin. Menurut Rihandoko, selama dua tahun terakhir,R adalah salah satu santri yang mengaji dan sering main di tempat tinggalnya.

 

Dia kerap mengamati perilaku R lantaran bocah tersebut tergolong anak nakal. Pengawasan ketat dilakukan karena Rihandoko khawatir kenakalan R akan menular ke temannya. “Sering mencuri,” kata pria yang hobi off road ini. Sehari sebelumnya, Polres Magelang menyatakan korban R mencapai delapan anak di bawah umur. Mereka terdiri enam bocah laki-laki dan dua perempuan, mulai umur 5 tahun hingga 15 tahun.

 

Versi polisi itu didapat setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 17 anak yang terduga menjadi korban. Aksi sodomi R dilakukan dengan cara mengancam korban dan dilakukan di tempat sepi.

 

Rihandoko berharap para orang tua korban yang belum mengakui anaknya menjadi korban, bisa bersikap terbuka kepada polisi. Sebab, jika mereka tetap bungkam dikhawatirkan kebiasaan buruk R itu akan menular pada korban, terutama korban di luar versi yang diungkap polisi. Kekhawatiran itu cukup beralasan.

 

Sebab sejumlah anak yang pernah disodomi R saat ini diketahui memiliki perilaku seks yang menyimpang. “Bahkan ada salah satu korban yang punya kebiasaan menggesek-gesekkan alat vitalnya ke pohon. Tak ingin kebiasaan itu terulang, warga ak-hirnya menebang pohon itu,” kata dia. Dua korban,DB,13,dan Ri,13, karena kerap disodomi, juga diyakini warga telah menikmati perbuatan R. Keduanya merupakan kawan akrab dan selalu bermain bersama R.

 

“Karena sudah biasa, sangat mungkin mereka menikmati. Jika hal seperti ini dibiarkan, tentu bisa memunculkan pelaku dan korban baru,” ujarnya.

 

Kepala Desa Jamus Kauman, Heri Susanto, meminta pemerintah maupun lembaga perlindungan anak yang ada untuk bisa turun langsung melakukan pendampingan terhadap para korban R .

 

“Pendampingan dari psikiater atau psikolog itu sangat diperlukan guna mengembalikan mental para korban. Kalau dari pihak keluarga, saya yakin tak mampu. Selain masalah biaya, para orang tua tentunya tidak punya kemampuan dan waktu yang cukup untuk selalu mendampingi anaknya,” bebernya.

 

Kapolres Magelang AKBP Kif Aminanto menyatakan tidak menutup kemungkinan jumlah korban lebih dari delapan. Namun untuk bisa tahu lebih banyak dibutuhkan kerja sama dari keluarga maupun korban sendiri.

 

“Kalau mereka tidak mau terbuka dan kooperatif, bagaimana kami bisa tahu ada korban lain. Yang pasti, delapan korban yang kami sampaikan itu berdasar penyelidikan dan penyidikan,” ujar dia.

 

Sebelumnya, Polres Magelang melalui Unit Pelayanan Perempuang dan Anak (PPA) telah melakukan pendekatan terhadap korban maupun keluarganya. Namun, dari sekian banyak anak yang terduga menjadi korban,hanya delapan yang bersedia mengaku. “Soal pemulihan mental, itu menjadi tanggungjawab bersama kita,” tandas Kapolres.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini