DEPOK – Universitas Indonesia (UI) tetap bersikeras tidak akan membuka pintu Barel dan gang Senggol sesuai dengan tuntutan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) bersama warga sekitar. Meskipun warga dan mahasiswa sudah menggalang tanda tangan dan menggelar aksi protes hingga dua kali ke pihak kampus.
Kasubdit Pembinaan Lingkungan Kampus UI Dadan Erwandi mengatakan, alasan mahasiswa dan warga terklait dengan kemudahan akses untuk beribadah di Masjid UI (MUI) tidak relevan dan masuk akal. Alasan kampus, kata Dadan, tetap seperti komitmen awal, yakni berupa keamanan dan keselamatan mahasiswa dari perlintasan Kereta Listrik (KRL).
“Enggak masuk akal kalau alasannya untuk salat, kalau hari biasa sepi kok warga dan mahasiswa yang keluar masuk untuk ke masjid, hanya Jumat saja, lagipula itu langkah kami untuk mengantisipasi kecelakaan KRL,” ujarnya di Depok, Sabtu (26/06/10).
Terkait dengan pengrusakan mahasiswa dan warga dengan menjebol pintu barel, Dadan mengatakan akan membawa kasus tersebut ke Biro Hukum UI.
“Kami akan koordinasi ke biro hukum UI untuk laporkan peristiwa ini, sekarang lagi kumpulkan dokumentasi aksi jebol pintu itu, tapi kami tetap tak akan buka,” tegasnya.
Kemarin, mahasiswa dan warga Barel menggelar aksi mengumpulkan tanda tangan di kain putih panjang yang dibentangkan di samping pintu barel. Sedangkan pintu tersebut dijebol untuk dijadikan jembatan masuk ke area kampus UI.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.