JAKARTA- Komnas Anak merilis data yang cukup mencengangkan. Lebih dari 6,5 juta anak dipaksa atau secara sukarela bekerja. Dari jumlah itu, 2,1 juta anak harus bekerja pada malam hari.
"Misalnya jadi pembantu rumah tangga, pedagang keliling, dan sebagainya,” ujar Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait kepada okezone di Jakarta, Selasa (29/6/2010).
Dari aspek usia, 6,5 juta pekerja anak berusia di bawah 15 tahun. Faktor kemiskinan disnyalir menjadi penyebab utama anak-anak tersebut ikut bekerja.
Arist mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Kemenakertrans, Kementrian Sosial, Kementerian Pendidikan Nasional untuk membantu para pekerja anak di 50 kabupaten dan kota. Bersama pihak terkait di atas, Komnas Anak akan menjembatani pekerja anak agar bisa mengenyam pendidikan.
“Sudah dua tahun program ini dicanangkan dengan telah diberdayakan oleh keluarga harapan yang disiapkan oleh Kemenakertrans. Namun ada juga hambatan karena terlalu banyak jumlah pekerja anak,” tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.