nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serang Polisi, Anggota Moge Divonis 7 Bulan Bui

Gin Gin Tigin Ginulur, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2010 14:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 06 30 339 348213 vfa8Sd4DwD.jpg ist

BANDUNG - Masih ingat Jodie Djayakusuma, anggota klub motor gede (moge) Harley Davidson Club Indonesia yang menyerang polisi Sabtu (12/12/2009) lalu? Akibat perbuatannya tersebut, pria berperawakan gede ini hanya divonis hukuman 7 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun.

 

 

Dengan vonis itu, Jodie pun kini bebas. Ia akan menjalani hukuman 7 bulan penjara jika dalam satu tahun melakukan tindak pidana pelanggaran hukum. Majelis Hakim yang dipimpin Nur Hakim menyebutkan, terdakwa secara sah melakukan kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap pejabat negara.

 

“Menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun. Menyatakan terdakwa tidak perlu menjalani tahanan. Jika selama satu tahun terdakwa Pasha kedapatan melakukan tindak pelanggaran hukum maka ia akan ditahan selama masa tahanan yang telah diputuskan majelis hakim,” kata Nur Hakim kepada wartawan usai sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (30/6/2010) siang.

 

Jodie sendiri terjerat pasal 212 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas.

 

Atas putusan tersebut, baik jaksa dan terdakwa menyatakan pikir-pikir. Begitu hakim menyatakan putusan dan mengetukkan palu, puluhan anggota polisi yang sejak awal ada di ruang sidang langsung berteriak mencemooh keputusan tersebut. Huuuuu! teriak mereka sambil bergegas keluar ruangan.

 

Jodie sendiri mengaku senang dengan vonis tersebut karena ia secara tidak langsung bebas dari tahanan. “No comment. Udah senang bebas,” kata Jodie kepada wartawan.

 

Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman satu tahun penjara.

 

Aksi kekerasan yang dilakukan Jodie terjadi pada Sabtu (12/12/2009) siang lalu. Saat itu, Jodie yang mengawal sekitar 20 moge menerobos lampu merah Jalan Asia Afrika-Tamblong. Brigadir Dasep yang sedang bertugas di persimpangan tersebut lantas menghentikan Jodie karena dinilai melanggar aturan lalu lintas yaitu menggunakan sirine tanpa izin.

 

Jodie balik menghardik dan mencengkeram baju seragam Dasep. Akibatnya, sebagian kancing baju Dasep copot. Keduanya lantas berupaya menyelesaikan masalah di pos polisi di persimpangan itu. Di pos polisi, Jodie kembali marah-marah.

 

Ia bahkan sempat memukul kepala Dasep yang masih mengenakan helm dengan telapak tangan. Mengaku anak petinggi Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri, Jodie pun mengancam Dasep dimutasi ke Papua.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini