Share

Kedubes AS Lepas 103 Peserta Program YES

Sabtu 07 Agustus 2010 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2010 08 07 373 360654 F8KiCnpMPI.jpg Image : ist.

JAKARTA - Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) Ted Osius kemarin melepas 103 pelajar Indonesia yang berpartisipasi dalam program Youth Exchange and Study (YES). Hari ini mereka akan diterbangkan ke Washington DC, AS.

Selama 11 bulan mendatang ratusan pelajar ini akan belajar di beberapa negara bagian AS. “Kini Anda adalah duta Indonesia di AS. Anda orang istimewa, dan kami sangat bangga,” ungkap Osius dalam kata sambutannya di Kedutaan Besar (Kedubes) AS. Dia meminta 103 pelajar sekolah menengah umum (SMU) dari 15 cabang YES di Indonesia untuk menyerap banyak pengetahuan di AS.

“Jangan berdiam diri dalam kamar. Keluar, dan lakukan perubahan,” pesan Osius. Kemarin merupakan hari bahagia sekaligus menyedihkan bagi para penerima beasiswa YES. Bahagia karena sebentar lagi mereka akan menginjakkan kaki di negeri yang selama ini hanya mereka dengar, baca, dan saksikan lewat beberapa media.

Sedih sebab 11 bulan mendatang harus berjauhan dengan keluarga di Indonesia. “Sekarang pun rasanya sudah homesick,” kata Annafi Avicenna Fikri. Bersama empat orang lain, pelajar SMU 1 Depok yang kerap disapa Sena ini bakal belajar di Arkansas. Dia mengaku tidak sabar bertemu host family, tempat dia akan bernaung selama hampir setahun. “Sudah diberi tahu siapa host family saya nanti. Tapi belum pernah ketemu,”sahutnya.

Ratusan pelajar yang terpilih mengikuti program YES merupakan siswa terpilih. Sebelumnya mereka harus menjalani tiga kali seleksi ketat, mulai dari ujian ilmu pengetahuan umum (tertulis), wawancara, hingga dinamika kelompok. YES merupakan program beasiswa penuh yang disalurkan masyarakat AS melalui organisasi AFS USA. YES dibentuk untuk meningkatkan pemahaman antara masyarakat AS dan warga di negaranegara dengan mayoritas penduduk muslim,termasuk Indonesia. Hingga kini YES telah mengirim pelajar dari Mesir, Indonesia, Malaysia, Filipina, Turki, India, Arab Saudi, Ghana, dan Thailand. (anastasia ika/koran si)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini