nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sukmawati: Bung Karno Lahir di Surabaya

Muhammad Saifullah , Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2010 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 08 31 337 368329 lb98TqZH2n.jpg (Foto: Wikipedia)

JAKARTA- Keluarga besar Soekarno akhirnya angkat suara terkait polemik tempat kelahiran sang proklamator. Dengan tegas disebutkan Soekarno lahir di Surabaya, bukan di Blitar, Jawa Timur.

“Memang betul beliau lahir di Surabaya,” ujar putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri kepada okezone di Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Dalam seminar Pelurusan Sejarah Soekarno di Balai Pemuda, Surabaya, Sabtu 28 Agustus lalu, disebutkan bahwa Bung Karno dilahirkan di Surabaya, bukan di Blitar. Seminar yang diikuti sejumlah sejarawan dan politikus itu mengungkapkan kiprah Soekarno sejak lahir hingga menjadi presiden.

Tak hanya penjelasan sejarawan, bukti bahwa Soekarno lahir di Surabaya juga termaktub dalam semua penulisan biografi Bung Karno sebelum 1970. Di sejumlah buku itu tertulis bahwa Soekarno lahir di Surabaya.

Sukmawati tidak ingat betul di mana tempat ayahnya dilahirkan. Seingat dia, Bung Karno dilahirkan di sebuah rumah di Gang Peneleh, dekat rumah HOS Tjokroaminoto. “Beliau juga pernah mondok di sana,” ujarnya.

Dalam seminar Pelurusan Sejarah Soekarno disebutkan, pada akhir tahun 1900, ayahanda Soekarno, R Soekani Sosrodiharjo, dipindahtugaskan dari Singaraja, Bali, menjadi guru sekolah rakyat Sulung, Surabaya.

Di Surabaya itulah istrinya, Nyoman Rai Srimben, pada 6 Juni 1901 melahirkan seorang putra yang diberi nama Kusno Sosrodihardjo yang kemudian menjadi Soekarno. Pernyataan yang sama juga dilontarkan peneliti dan pengajar di Universitas Trisakti Jakarta Yuke Ardhiati.

Menurut dia, banyak di antara masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui bahwa sang Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Soekarno adalah juga arek Suroboyo (pemuda asal Kota Surabaya).

Eksplorasi Yuke untuk mengungkapkan semangat arek Suroboyo yang terpantul dari jiwa seni dan semangat perjuangan Soekarno diterapkan dalam teori arketipe tentang konsep diri dari gagasan Carl Gustav Jung. Yuke menjelaskan, arketipe merupakan refleksi sifat dominan dari karakteristik manusia.

Menurut dia, dalam diri Soekarno tertanam gabungan dari berbagai arketipe, yaitu mother, hero, dan mona berpadu sekaligus. ”Soekarno memiliki sifat menyerupai rahim ibu. Sebagai penyedia sebuah kehadiran, ada semangat patriotik, tetapi sekaligus memiliki daya pesona yang luar biasa dari dirinya,” papar Yuke.(ful)

(lsi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini