Image

Soekarno Pernah ke Portugal Demi 4 WNI

Amir Tejo, Jurnalis · Selasa, 31 Agustus 2010 - 12:17 WIB

SURABAYA - Salah satu tokoh penting dalam upaya pelurusan sejarah tempat kelahiran Bung Karno adalah Pieter A Rohi. Veteran perang yang juga jurnalis senior di Surabaya ini bisa dikatakan sebagai salah satu inisiator pelurusan sejarah kelahiran Bung Karno.

Selain karena Bung Karno adalah tokoh besar, ternyata Pieter memiliki kenangan pribadinya terhadap Soekarno. Pada 1959, kakak kandung Pieter bersama dengan tiga orang lainnya mengibarkan bendera merah putih di Viqueque Timor Leste.

Mereka berempat, lanjut Pieter, akhirnya ditangkap oleh tentara Portugal dan kemudian dipenjarakan di Angola, Afrika. Maklum saja, pada jaman itu tanah Timor Leste masih dalam pengaruh Portugal.

“Mendengar ada empat orang warga negara Indonesia yang ditahan oleh Pemerintah Portugal, Soekarno langsung berangat ke Lisabon untuk menemui Presiden Salazar saat itu,” ujar Pieter di Surabaya, Selasa (31/8/2010).

Bung Karno lantas meminta kepada Salazar untuk membebaskan empat orang warga negara Indonesia yang ditahan di Angola. “Bandingkan dengan sekarang yang ratusan orang terancam hukuman mati, tapi pemerintah diam saja,” sesal Pieter.

Usaha untuk meluruskan sejarah Soekarno, bukan kali ini saja dilakukan oleh Pieter A. Rohi. Sebelumnya dia juga pernah terlibat dalam kasus pembakaran buku sejarah yang menuliskan tentang Soekarno. Buku ini dituliskan oleh sejarawan Anhar Gonggong.

“Dalam buku itu dituliskan Soekarno sebagai seorang pengkhianat dan koruptor. Siapa yang tidak marah coba pemimpinnya dikatakan seperti itu,” ujar Pieter.  

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming