nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Situs Majapahit Terancam Rusak

Tritus Julan, Jurnalis · Rabu 15 September 2010 20:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 09 15 340 372464 DVcn2VInwb.jpg ist

MOJOKERTO – Sejumlah benda bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang saat ini dalam proses penggalian di lokasi Pusat Informasi Majapahit (PIM) Trowulan, Kabupaten Mojokerto lagi-lagi terancam rusak. Ancaman itu menyusul alat pelindung situs yang kini dalam kondisi rusak.

 

Dari pengamatan di lokasi proyek pembangunan PIM, beberapa titik bangunan kuno yang berhasil ditemukan tim ekskavasi itu dilindungi dengan tenda yang terbuat dari terpal. Sayangnya, tak satupun dari tenda itu yang masih memiliki atap. Bagian atap tenda jebol diduga lantaran terkena sambaran angin dan hujan akhir-akhir ini.

 

Tentu saja, kondisi ini mengancam keutuhan situs. Dengan kondisi demikian, bangunan kuno yang rata-rata terbuat dari batu bata itu akan dengan mudah tergerus oleh tanah saat hujan turun. Karena rata-rata benda bersejarah tersebut masih menancam di dalam tanah. Air hujan dan longsoran tanah juga akan membuat situs tersebut menjadi lapuk.

 

Adi Eko, salah satu petugas yang merawat situs PIM mengungkan, atap tersebut awalnya lapuk. Setelah jebol terkena hujan, kondisi diperparah dengan adanya angin. Sehingga, empat tenda besar itu kini justru tak beratap. ”Kondisi ini terjadi sudah sekitar sebulan ini,” aku Adi Eko, Rabu (15/9/2010).

 

Dia tak menampik jika pelindung yang sudah tanpa atap itu tentu mengancam situs. Selama ini kata dia, jika hujan turun, selalu menimbulkan masalah di semua titik galian yang sarat dengan benda bersejarah itu. ”Longsoran tanahnya bisa membuat situs menjadi lauk. Akibat hujan juga, banyak rumput yang mengganggu,” tandasnya.

 

Osrifoel Oesman, salah satu anggota tim evaluasi Neo PIM mengatakan, ia sudah beberapa kali mendapatkan laporan terkait kerusakan atap tenda situs PIM itu. Selain dari laporan, ia juga sempat melihat lengsung kondisi situs yang pernah menjadi polemik besar itu. “Saya prihatin. Tak seharusnya seperti itu (rusak),” kata Osrifoel.

 

Seharusnya kata dia, situs yang telah digali dengan hari-hati oleh para arkeolog itu dijaga agar jangan sampai terkena hujan. Fakta bahwa saat ini tak ada tenda yang melindungi bangunan kuno itu, Osrifoel tak banyak menjawab. Hanya kata dia, keprihatinan yang sama juga diungkapkan Profesor Moendardjito. ”Kenapa juga sampai saat ini belum ada tenda pengganti. Harus ada perhatian dari beberapa pihak,” sesalnya.

 

Diketahui, pembangunan Taman Majapahit (Majapahit Park) di lokasi PIM Trowulan sempat membuat geger. Pasalnya, proyek miliaran rupiah tersebut ternyata tak mengindahkan berjuta-juta situs di dalam lokasi proyek. Pemasangan beton dan penggalian pondasi di lokasi proyek justru merusak situs.

 

Kejadian ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, terutama para arkeolog yang pernah melakukan penelian di lokasi kerajaan terbesar Nusantara itu. Kini, proyek ini berganti Neo PIM namun kondisinya tak jauh berbeda dengan proyek dengan kesalahan fatal sebelumnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini