Share

Akses PTS Bagi si Ekonomi Lemah Harus Diperlebar

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 06 Oktober 2010 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2010 10 06 373 379829 6TI6cX4mti.jpg Image: corbis.com

JAKARTA - Saat ini, angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi pada golongan ekonomi lemah hanya sekira 6,4 persen. Pemerintah menargetkan, tahun depan angka tersebut mencapai minimal 10 persen.

Peningkatan APK tentunya harus didukung dengan penambahan akses masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Seperti diketahui, saat ini ada sekira 83 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Sementara, jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) mencapai setidaknya 3.100 institusi.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal berharap, mutu PTS makin baik, sehingga pendidikan tinggi Indonesia pun makin maju. "Hal ini akan mendorong kesempatan anak-anak muda Indonesia memasuki bangku pendidikan tinggi," ujar Fasli ketika ditemui okezone di ruang kerjanya, Selasa 5 Oktober malam.

Mantan Dirjen Dikti ini menambahkan, dalam lima tahun, ditargetkan ada sekira 2,2 juta mahasiswa baru. Jadi, ada sekira 400 ribu mahasiswa baru tiap tahun yang harus ditampung perguruan tinggi. "Padahal kapasitas PTN hanya sekira 100 ribu. Sisanya, yang 300 ribu, bergantung pada kapasitas PTS," imbuhnya. 

PTS memegang peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Indonesia. Sebab, dua pertiga mahasiswa Indonesia terserap oleh PTS. Hal ini menuntut kesiapan PTS memberikan pendidikan berkualitas bagi mahasiswanya.

APK menunjukkan tingkat partisipasi  penduduk secara umum di suatu tingkat pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini