Share

Penghargaan Peduli Perdamaian untuk Unas

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Senin 25 Oktober 2010 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2010 10 25 373 386207 pJFM6xajS7.jpg Civitas akademika Unas menerima Global Peace Awards (Foto: dok. Unas)

JAKARTA – Menciptakan dan menjaga perdamaian antarbangsa bisa dilakukan melalui pendidikan kebudayaan di perguruan tinggi.

Salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) yang secara intensif mendukung perdamaian dunia lewat pendidikan kebudayaan adalah Universitas Nasional (Unas). PTS tertua di Jakarta tersebut mewujudkan pendidikan kebudayaan tak hanya melalui kurikulum pada Fakultas Bahasa dan Sastra serta Akademi Bahasa Asing, tetapi juga lewat berbagai kegiatan kebudayaan yang rutin mereka selenggarakan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Konsistensi Unas pada pendidikan kebudayaan pun mengantarkan mereka meraih University Achievement Award for Global Peace dari Global Peace Festival Foundation (GPFF). Penghargaan ini diberikan untuk universitas yang telah berjasa mempromosikan visi perdamaian global dan menyebarkan budaya damai melalui kampanye Power of Rupiah.

Penghargaan tersebut diterima Wakil Rektor Bidang Pengembangan Hubungan Kerjasama Unas, Drs. Faldy Rasyidie, beberapa waktu lalu. “Kami sangat bangga dengan penghargaan ini. Kami sadar bahwa institusi pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan perdamaian dunia dan komitmen Unas sangat tinggi untuk mewujudkan hal tersebut," ungkap Faldy seperti dikutip dari keterangan tertulis Unas, Senin (25/10/2010).

Selain secara institusi, dua mahasiswa Unas yaitu I Gede Pandu Wirawan dan Mada Bagus Prayoga juga mendapatkan penghargaan Global Peace. Pandu mendapatkan Young Leader Award, sedangkan Mada menyabet penghargaan tweet Competition Power of Rupiah.

Pandu mendapatkan penghargaan tersebut karena keaktifannya dalam Young Leaders Assembly di perpustakaan Nasional, April lalu. Pada kegiatan yang juga dihelat GPFF tersebut, para peserta mendapatkan materi motivasi mengenai perdamaian dunia. Mahasiswa program studi Hubungan Internasional angkatan 2009 tersebut juga mengikuti berbagai kegiatan sosial seperti kegiatan membersihkan lingkungan dengan sekira 300 relawan dari berbagai universitas dan sekolah internasional.

Mada meraih penghargan tweet Competition Power of Rupiah karena gigih mempromosikan budaya membantu orang lain. Mahasiswa program studi Ilmu Politik angkatan 2009 tersebut berkampanye melalui jejaring sosial twitter, serta menggalang dana baik di Unas maupun berbagai sekolah. Uang yang terkumpul lantas digunakan untuk kegiatan bakti sosial di daerah sekitar Unas.

GPFF merayakan dan mempromosikan visi membangun perdamaian ini melalui pembangunan kemitraan-kemitraan antaragama dan kepercayaan, penguatan institusi keluarga yang harmonis, dan suatu budaya melayani dan perdamaian. Global Peace Festival (GPF) telah digelar di lebih dari 30 negara. Selain di Indonesia, GPF 2010 juga digelar di Kenya (Afrika), Paraguay (Amerika), dan di Nepal (Asia Timur dan Selatan).

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini