Kampus BJ Habibie Mewisuda 158 Mahasiswa

Neneng Zubaidah, Koran SI · Minggu 07 November 2010 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 07 373 390705 ITJP4PSpl0.jpg

TANGERANG - Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang dibangun atas prakarsa mantan presiden BJ Habibie meluluskan 158  wisudawan dalam upacara wisuda ke-31 dan dies natalis ke-26 kampus ITI.

Rektor ITI Tangerang Isnuwardianto mengatakan, pihaknya mewisuda 158 wisudawan dari 187 lulusan ITI tahun akademik 2009-2010 dengan empat orang lulus berpredikat cum laude. Isnuwardianto mengucapkan selamat kepada wisudawan seraya mengatakan gelar kesarjanaan dan diploma bukanlah segalanya dan kelulusan bukanlah akhir dari tujuan belajar wisudawan.

"Ini merupakan awal perjalanan dan saudara harus berani menghadapi persoalan yang lebih kompleks di langkah ke depan," ujarnya pada Wisuda Sarjana Institut Teknologi Indonesia (ITI) XXXI dan Dies Natalis XXVI di Tangerang.

Rektor ITI menjelaskan, untuk menarik minat kampus teknik sebaiknya menggabungkan antara entrepreneur dengan teknik atau yang disebut Technopreneur University. Dengan adanya pusat enterprenenur, ujarnya, maka dalam kampus teknik akan ada wahana pembelajaran entrepreneur yang lengkap. Di sisi hulu dikembangkan sistem pembelajaran untuk membentuk karakter komunitas enterprenenur sementara di sisi hilir dibangun pusat inkubator bisnis dan industri untuk membimbing mahasiswa melahirkan unit kerja baru. “Sehingga setiap lulusan dapat meluncurkan unit bisnisnya ke masyarakat,” urainya.   

Rektor menambahkan, tiap tahun kampusnya hanya menerima 400-500 mahasiswa jurusan teknik. Untuk dosen, kampus yang dibangun atas prakarsa mantan presiden BJ Habibie ini mempunyai 103 dosen tetap dan 97 dosen tidak tetap untuk mengajar total mahasiswa ITI yang jumlahnya saat ini mencapai 1.500 mahasiswa. “Kami memang tidak mau menjadi kampus yang massif karena rasio dosen dan mahasiswa menjadi ukuran akreditasi,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai dosen S3, Isnuwardianto menuturkan saat ini ITI memang baru mempunyai 14 dosen bergelar doktor dan empat professor. Akan tetapi, tandasnya, pihaknya sekarang sedang menyekolahkan 11 dosen ke luar negeri untuk menambah dosen S3 tersebut. Dirinya berharap dalam jangka waktu tujuh tahun pihaknya akan mempunyai 50 persen dosen S3.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini