Share

UGM Kirim Mahasiswa KKN Peduli Bencana Merapi

Cuk Sahana, Okezone · Rabu 10 November 2010 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 10 373 391795 w82XLohyX8.jpg Ilustrasi: ist.

YOGYAKARTA - Sebagai bentuk nyata kepedulian UGM terhadap terjadinya bencana alam khususnya erupsi Gunung Merapi, setidaknya sekira 500 mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana (PB) UGM hari ini diterjunkan ke beberapa lokasi yang terkena dampak bencana alam tersebut. Pelepasan ratusan mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana dilakukan langsung oleh Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D, di Balairung UGM.

Sebelumnya, Sekretaris LPPM UGM, Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo mengatakan, kegiatan KKN-PPM Peduli Bencana (PB) ini dirancang sebagai bagian dari andil UGM dalam proses tanggap darurat dan recovery bencana Gunung Merapi.

“Selain 500 mahasiswa yang diterjunkan dalam KKN-PPM hari ini, masih banyak mahasiswa UGM yang juga menjadi relawan dalam kegiatan penanggulangan bencana Gunung Merapi,” kata Wisnu dalam sambutannya.

Wisnu menambahkan, mahasiswa KKN-PPM PB ini akan didampingi oleh 25 dosen pembimbing lapangan (DPL). Sebelum diterjunkan ke masyarakat, mahasiswa telah dibekali oleh pengelola LPPM UGM, pemerintah daerah dan para ahli bidang kebencanaan. Dengan pembekalan tersebut diharapkan para mahasiswa benar-benar siap untuk diterjunkan ke masyarakat.

“Pelaksanaan kegiatan KKN-PPM PB ini juga tidak lepas dari bantuan berbagai pihak seperti dari Depdiknas, BAZNAS, SIKIB, Kemenlu, BNPB, pemerintah daerah maupun pihak swasta,” tambahnya.

Kegiatan KKN-PPM PB UGM, imbuh Wisnu, berlangsung pada 10 November-10 Desember 2010 mendatang. Ada empat lokasi KKN-PPM PB, yaitu Sleman (Maguwoharjo dan Turgo), Magelang, Boyolali, dan Klaten. Para mahasiswa berasal dari sekira 12 fakultas seperti dari Kedokteran, Biologi, Farmasi, Ilmu Budaya, Isipol, Filsafat, Hukum, Ekonomika dan Bisnis, MIPA, Teknik, Kehutanan dan Peternakan.

Di tempat yang sama, Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D., menegaskan, pelaksanaan KKN-PPM PB UGM telah memadukan unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, seperti KKN-PPM pada umumnya.

Kegiatan KKN-PPM UGM PB dilakukan berdasarkan skala prioritas yang mengacu pada tujuh program pokok KKN-PPM UGM PB, antara lain: logistik, kesehatan-psikologi, infrastruktur, pendidikan, pemulihan ekonomi, administrasi publik serta mitigasi bencana.

“Tentu saja UGM tidak ingin sendiri dalam program ini, bersama-sama dengan berbagai perguruan tinggi, industri, dan instansi lain serta warga masyarakat di lokasi, UGM siap bahu-membahu bekerja keras turut serta meringankan beban masyarakat,” tegas Prof Ir Sudjarwadi.

Dalam kesempatan itu Rektor juga sempat menyinggung beberapa konsep UGM untuk penanganan pos pengungsian, yang tetap memprioritaskan mengenai keselamatan dan kesehatan, menuju kehidupan yang baik dan harmoni.

Beberapa prinsip ini di antaranya memposisikan pengungsi sebagai masyarakat yang membangun kehidupan baru sesuai dengan kondisi di tempat tersebut secara mandiri. Sedangkan untuk tugas relawan antara lain membantu terbentuknya komunitas baru dan membantu menuju kemandirian masyarakat pengungsi sehingga bisa menjadi masyarakat pengungsi mandiri.

Sebagai tanda dimulainya kegiatan KKN-PPM PB, Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi didampingi pimpinan MWA, MGB, Senat Akademik serta DPL  menyematkan  topi dan masker kepada perwakilan DPL, mahasiswa dan relawan. DPL diwakili oleh Toto Sudargo, SKM, M.Kes (Kedokteran) dan Murtiningrum, STP, M.Eng (Teknologi Pertanian). Untuk mahasiswa diwakili oleh Ega Nastriana (Kedokteran) dan Frenky Fika PP (Peternakan) dan ditambah dua orang relawan, yaitu Puput serta Kausar. (rfa)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini