nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangani Rabies, Pemprov Bali Habiskan Rp38 M

Rohmat, Jurnalis · Rabu 24 November 2010 02:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 11 24 340 396302 iXlodBrOaE.jpg wordpress (ilustrasi)

DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali telah menghabiskan anggaran hingga Rp38 miliar lebih guna menanggulangi penyakit rabis yang telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) sejak setahun lalu.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja mengatakan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap rabies karena hal ini sudah menjadi kasus luar biasa di Bali.

 

"Saat ini angaran untuk langkah penanggulangan rabies di Bali sudah menghabiskan anggaran hingga Rp38 miliar lebih," kata Sutedja di Denpasar, Selasa (23/11/2010).

 

Terkait upaya penanggulangan penyakit mematikan itu, dalam waktu dekat ini, Dinas Kesehatan Bali bakal mendapatkan 69 ribu VAR sebagai stok hingga Maret 2011. "Rencananya 69 ribu VAR akan tiba di Bali awal Desember ini," imbuh Suteja.

 

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak perlu cemas, karena kekurangan stok VAR di Bali aman . “Tinggal koordinasi saja dengan petugas maka semua akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Sutedja menegaskan, hingga saat ini Bali tidak mengalami kekurangan vaksin anti rabies. "Kalau ada kesan seolah ada kekurangan itu disebabkan karena kurang adanya koordinasi yang baik antara masyarakat melalui posko rabies center, puskesmas dan seluruh RSUD di Bali," katanya.

 

Karena lemahnya kontrol dan koordinasi yang kurang itu, sehingga stok VAR yang ada di setiap daerah menjadi kurang. Padahal stok VAR di provinsi dan di RSUD kabupaten dan kota masih tersedia.

 

"Saat ini stok VAR di Dinas Kesehatan Provinsi berjumlah 11 ribu vial," sebutnya. Jumlah itu belum ditambah stok sisa di seluruh kabupaten dan kota.

 

Selain mendatangkan VAR, Dinas Kesehatan Bali juga telah mengirimkan tenaga untuk studi banding ke India. India dinilai sebagai negara yang berhasil menanggulangi rabies.

 

"Jumlah tenaga studi banding sebanyak 7 dokter dari RSUP Sanglah Denpasar. Mereka selama satu minggu di Indonesia belajar cara penanganan rabies,” imbuhnya.

 

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini