Share

Pakar Dunia Bahas Ketahanan Pangan di UGM

Cuk Sahana, Okezone · Kamis 02 Desember 2010 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 02 373 399513 E897ndUvkj.jpg

YOGYAKARTA - Persoalan keamanan pangan (food safety) dan ketahanan pangan (food security)  menjadi problem yang terus dicarikan solusinya sampai saat ini oleh berbagai negara. Ini cukup beralasan mengingat masih saja terjadi kasus distribusi pangan yang masih tidak merata beriringan dengan melonjaknya jumlah penduduk dunia.

Sehubungan dengan permasalahan inilah maka  digelar Konferensi Internasional Food Safety and Food Security yang diprakarsai oleh fakultas agrokompleks di UGM seperti Pertanian, Teknologi Pertanian, Kedokteran Hewan, Peternakan serta Kehutanan, bertempat di Ghrha Sabha Pramana (GSP) UGM, 1-2 Desember 2010.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurut Ketua Panitia yang juga dosen program studi Entomologi dan Fitopatologi Fakultas Pertanian UGM, Prof Dr Ir Siti Subandiyah, M.Agr.Sc, ketersediaan pangan  tidak seimbang dengan jumlah penduduk dunia sehingga mengakibatkan distribusi pangan yang tidak merata hingga kelaparan.

“ Masalah pangan sangat penting bagi kehidupan bangsa di dunia, sayangnya dengan kenaikan jumlah penduduk masalah distribusi, kuantitas serta kualitas pangan belum optimal,” papar Siti Subandiyah di sela-sela konferensi, Selasa (2/12/2010).

Subandiyah mengatakan untuk bisa menghasilkan (memproduksi) pangan dengan optimal dan distribusinya yang merata sebenarnya juga tidak lepas dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mencontohkan di satu sisi bagi negara berkembang distribusi dan produksi pangan yang belum merata ini bisa mengakibatkan terjadinya kasus gizi berlebih (obesitas), namun di negara miskin akan mengakibatkan terjadinya kelaparan.

“ Semuanya ini memang tidak akan lepas dari adanya pendidikan, research (penelitian), dan policy (kebijakan) yang dijalankan,” imbuhnya.

Dengan masih terjadinya gap (jarak/perbedaan) mengenai kuantitas dan kualitas pangan antar negara di dunia maka ia mengusulkan agar segera dicarikan solusi. Hal ini bisa dimulai dengan dilakukannya penelitian keamanan dan ketahanan pangan yang dipadukan dengan pendidikan serta kebijakan yang mendukung.

Melalui konferensi ini juga diharapkan bisa mengidentifikasi metode dan cara yang tepat untuk menciptakan keamanan dan ketahanan pangan tersebut. Konferensi  setidaknya diikuti  oleh 174 partisipan dari Australia, Bangladesh, China, Egypt, Gambia, India, Iran, Japan, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Senegal, Thailand, Turkey, and Uganda. Selain itu juga para mahasiswa baik yang tengah studi S2 maupun S3. Sementara itu beberapa pembicara yang hadir diantaranya Prof Teruo Maeda (Hiroshima University), Prof Yont Musig (Kasetsart University Thailand), Prof Xue Bai (Shichuan University China), Dr Irwandi Jaswir (International Islamic University Malaysia), serta Dr Narelle Fegan (CSIRO Australia)

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini