Selama 2010, 36 Ribu Kejahatan Terjadi di Sumut

Adela Eka Putra Marza, Okezone · Sabtu 01 Januari 2011 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 01 340 409385 JHFJ4Zntwe.jpg wordpress (ilustrasi)

MEDAN - Kasus kejahatan yang terjadi di Sumatera Utara meningkat drastis selama 2010. Berdasarkan data dari Polda Sumut, sebanyak 36 ribu kasus kejahatan terjadi sepanjang 2010. Jumlah ini meningkat sekitar 13 persen, dibandingkan dengan 2009 yang hanya sekira 22 ribu.

 

"Tingginya angka kejahatan tersebut membuktikan aparat penegak hukum, terutama Polri sudah mulai menunjukkan kinerjanya dengan baik. Karena, catatan itu merupakan penyelesaian kasus kejahatan di wilayah hukum Polda Sumut selama 2010 yang terbilang lumayan," jelas kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno belum lama ini.

 

Menurut Oegroseno, peningkatan kasus ini didominasi kejahatan konvensional. Yakni, pencurian kendaraan bermotor naik 53,8 persen dibanding 2009, kasus perjudian naik 32,7 persen, dan pencurian dengan pemberatan yang juga naik 11,9 persen menjadi 3.670 kasus.

 

Sedangkan untuk kejahatan khusus, yakni ilegal logging sebanyak 89 kasus dengan 181 tersangka, dan kasus korupsi sebanyak 13 kasus yang berhasil diusut. Dari dua kasus korupsi ini telah ditetapkan tersangkanya dengan total kerugian negara sebesar Rp5,5 miliar. Selanjutnya, kasus narkoba sebanyak 89 kasus dengan 131 tersangka.

 

Ditambahkannya, dari semua kasus tersebut, perampokan Bank CIMB Niaga Medan pada 18 Agustus 2010 serta penyerangan Mapolsekta Hamparan Perak pada 22 September 2010 lalu menjadi kasus terbesar. Kemudian, diikuti oleh kasus perompakan di perairan Sumut, penemuan ladang ganja seluas 7,2 hektar di Mandailing Natal dan kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 1,4 kg.

 

Sementara itu, dari total kasus kejahatan tersebut terjadi paling banyak di wilayah Polresta Medan. Kemudian, disusul oleh Polres Labuhan Batu, Polres Asahan, Polres Langkat dan Polres Deli Serdang.

 

Pengelompokan wilayah rawan kejahatan ini berdasarkan tingginya jumlah penduduk. Namun, Oegroseno tidak merinci jumlah kasus yang terjadi di masing-masing daerah.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini