Penumpang Air Asia Pergoki 'Gayus' ke Singapura

Insaf Albert Tarigan, Okezone · Minggu 02 Januari 2011 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 02 339 409543 12YLiZGEAG.jpg Foto: Kompas

JAKARTA - Terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan sempat membuat heboh November tahun lalu karena tertangkap kamera beberapa wartawan sedang menonton pertandingan Tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010 di Nusa Dua, Bali.

Sejumlah pihak geram sekaligus geleng-geleng kepala karena tak percaya, Gayus yang yang sedang menjalani persidangan dan ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, ternyata bisa pelesiran ke Bali.

Belakangan diketahui dia juga kerap pulang ke rumah dengan menyuap petugas jutaan rupiah setiap bulan. Mantan Kepala Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Kompol Iwan Siswanto mengaku menerima uang dari Gayus Tambunan sebesar Rp368 juta.

“Estimasinya, setiap bulan diberikan Rp50 juta dan per minggu Rp5 juta. Sedangkan sejak September dan selanjutnya, Iwan menerima Rp100 juta per bulan,” kata Berlin Pandiangan, kuasa hukum Iwan Siswanto, saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 12 November.

Sementara Kadiv Humas Mabes Polri ketika itu Irjen Pol Iskandar Hasan, Gayus keluar sejak bulan Juli tahun lalu. Hal tersebut berdasarkan keterangan sembilan petugas Rutan Mako Brimob yang telah dijadikan tersangka. Yakni Karutan Mako Brimob Kelapa Dua Kompol Iwan Siswanto, dan delapan anak buahnya, Briptu Anggoco Duto, Briptu Bambang S, Briptu Datu A, dan Briptu Budi Hayanto. Sedangkan yang berpangkat Bripda adalah Bripda Edi S, Bripda J Protes, Bripda Susilo dan Bripda Bagus.

Namun, apakah plesiran ke Bali satu-satunya petualangan Gayus selama di penjara?

Bisa jadi tidak, jika yang disampaikan Devina, warga Raffles Hills, Depok, ini benar. Melalui surat pembaca di harian Kompas edisi Minggu (2/1/2011), dia mengaku pernah melihat Gayus di ruang tunggu keberangkatan pesawat menuju Singapura di Bandara Soekarno-Hatta, 30 September 2010.

“Saat itu saya sedang menunggu penerbangan ke Singapura di ruang tunggu keberangkatan pesawat,” katanya.

Devina menceritakan, dia sempat menatap beberapa kali Gayus yang saat itu juga menggunakan wig dan berkacamata. Namun, dia tak berani mengambil foto karena jarak mereka terlalu dekat dan panggilan untuk masuk ke kabin pesawat sudah terdengar.

Berikut isi surat Devina:

Pria Berkacamata Memakai Wig

Melihat foto Gayus dengan wig dan kacamata, yang belakangan ini beredar banyak di media massa, saya merasa yakin bahwa pernah melihat orang yang sama di Bandara Soekarno-Hatta, hari Kamis 30 September 2010. Saat itu saya sedang menunggu penerbangan ke Singapura di ruang tunggu keberangkatan pesawat.

Ketika itu, seorang pria memakai wig dan kacamata masuk ke ruangan tempat saya menunggu, lalu berada di penerbangan yang sama ke Singapura. Saya menatap beberapa kali, tetapi sayang saya tidak memiliki keberanian untuk mengambil foto dirinya karena jarak terlalu dekat. Saat itu, panggilan untuk masuk ke kabin pesawat sudah terdengar.

Setelah melihat foto tersebut belakangan ini banyak beredar di surat kabar dan berita di TV, saya semakin yakin bahwa orang yang berada satu penerbangan dengan saya ke Singapura tersebut memang Gayus. Mungkin ada pihak terkait yang merasa perlu untuk memeriksa hal tersebut. Berikut adalah penerbangan yang saya tumpangi saat itu AirAsia nomor penerbangan QZ 7780 waktu keberangkatan 11.20 WIB dari Jakarta menuju Singapura hari Kamis, 30 September 2010.

DEVINA Raffles Hills, Depok, Jawa Barat

Jika kita dilihat lagi keterangan Pandiangan yang mengakui kliennya menerima suap dari Gayus sejak September, maka kesaksian Devina semakin kuat. Jadi, apa iya Gayus hanya plesiran ke Bali?

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini