Pacar Hamil, Fikry Pilih Gantung Diri

Yugi Prasetyo, Koran SI · Minggu 02 Januari 2011 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 02 340 409567 cmEJw85mP6.jpg Ilustrasi gantung diri. (Foto: ressay.files.wordpress.com)

BANDUNG - Entah apa yang ada di benak Muhammad Dhita Nurfikry (22) yang nekad mengabisi nyawanya dengan cara gantung diri di kamar kostnya di Jalan Cilandak No 24 RT02/02 Kelurahan Sarijadi Kecamatan Sukasari Kota Bandung, Minggu (2/1/2011).

Diduga motif yang melatarbelakangi Fikry nekad gantung diri ialah gara-gara pacarnya, Nova (22) telah berbadan dua.

Fikry yang akrab disapa Bocik itu, pertama kali ditemukan oleh pacarnya sendiri, Nova sekitar pukul 09.00 WIB. Saat masuk ke kamarnya yang tidak terkunci, Nova kaget dan berteriak lantaran menemukan pacarnya sudah tergantung menggunakan kabel di plafon kosannya.

Nova kemudian berteriak dengan harapan ada yang membantunya dan bisa tertolong. Di saat bersamaan salah seorang penghuni kost Yadi mendengarnya. Dengan dibantu beberapa teman Yadi kemudian menurunkan Fikry.

"Pacarnya kemudian membukakan tali kabel, mungkin ada harapan masih hidup. Tapi ternyata sudah meninggal," ungkap Saepul Edi (23), salah seorang penghuni kos.

Pengelola kost kemudian menghubungi pihak kepolisian Polsektabes Sukasari dan jasad Fikry pun dibawa ke kamar jenazah RS Hasan Sadikin Bandung.

Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menyimpulkan korban meninggal hanya satu jam lebih sebelum ditemukan. "Pas kita temukan ada tanda-tanda orang bunuh diri seperti simpul yang digunakan simpul hidup, mengeluarkan sperma dan juga kotoran dengan lidah menjulur," ujar Kanit Reskrim Polsektabes Sukasari AKP A Mubarok.

Ditambahkan, korban pun meninggalkan dua surat sebelum meninggal. "Satu untuk pacarnya dan untuk keluarganya," jelasnya.

Pihaknya pun mendalami dari keterangan saksi kunci yang merupakan pacarnya. "Motifnya karena pacarnya telah hamil, bahkan sebelum meninggal kira-kira pukul 11 malam mereka sempat melakukan test dan hasilnya positif. Test packnya pun ditemukan dalam jaketnya," ungkap Mubarok.

Kemungkinan besar, dikatakan Mubarok, korban belum siap untuk menikahi pacarnya sedangkan ajaran dari orangtuanya sangat keras. "Orangtuanya keras, kemungkinan dia takut dan memilih cara itu," bebernya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian pun masih menunggu orangtuanya dari Bekasi. Sementara beberapa orang saksi masih dimintai keterangan terkait kejadian ini. "Kami mintai keterangan saksi ialah pacarnya dan beberapa orang yang menemukan serta membantu menurunkan korban," terangnya.

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini